AIRSPACE REVIEW – Jet tempur multiperan Sukhoi Su-35S Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) berhasil menekan pesawat tempur F-16 dan Mirage Ukraina, sehingga pesawat sumbangan dari Barat tersebut hanya terbang pada ketinggian minimum di belakang garis depan dalam perang di Ukraina.
Hal itu dikatakan oleh CEO perusahaan teknologi negara Rusia, Rostec, Sergey Chemezov, kepada TASS pada Rabu.
“Su-35S telah menekan pesawat musuh ke ketinggian rendah, memaksa mereka terbang pada ketinggian minimum dan di area belakang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jet Su-35S menyerang target pada jarak ratusan kilometer.
“Itulah sebabnya pesawat musuh tidak dapat mendekati garis depan untuk meluncurkan rudal udara ke udara. Ini termasuk F-16 Amerika dan Mirage buatan Prancis,” lanjut Chemezov.
Dalam perang di Ukraina, disebutkan juga bahwa jet tempur Su-35S secara efektif menyerang sistem rudal darat ke udara Ukraina.
Ditegaskan bahwa pesawat ini memberikan keajaiban di tangan pilot yang terampil.
“Su-35S menghasilkan keajaiban di tangan yang terampil. Yang terpenting, pilot Rusia sangat menghargai kemampuan pesawat ini,” pungkasnya. (RNS)

