AIRSPACE REVIEW – Rusia melalui perusahaan ZALA, bagian dari Rostec, memperkenalkan untuk pertama kalinya drone kamikaze (Lancet-E) yang telah mendapatkan peningkatan berdasarkan pengalamannya dikerahkan dalam operasi militer khusus di Ukraina selama tiga tahun terakhir.
Sistem ini dirancang sebagai senjata udara yang efektif, efisien, dan berbiaya murah untuk enyerang target bernilai tinggi di garis depan, seperti tank, artileri, sistem pertahanan udara, dan kendaraan lapis baja lainnya.
Lancet-E mengintegrasikan modul penargetan berbasis kecerdasan buatan dan peningkatan jangkauan komunikasi.
Modul deteksi target otomatis akan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan melacak objek dalam video feed secara mandiri, memungkinkan penargetan yang lebih presisi dan mengurangi ketergantungan pada operator secara terus-menerus.
Datalink Z-16E yang ditingkatkan menjamin koneksi yang stabil hingga jangkauan lebih jauh, mencapai 50 km. Sistem Lancet-E terdiri dari drone pengintai Z-16-E dan dua varian drone kamikaze, yaitu 51-E dan 52-E.
Dalam presentasi yang dilakukan perusahaan di Paviliun Rusia di Dubai Airshow, diperlihatkan deone Lancet-E, yakni Izdeliye 523 (Product 53/Izdeliye-53), serta rekaman penyerangan yang dilakukan drone Lancet-E di medan perang.
Drone kamikaze generasi terbaru ini dirancang untuk dapat melaksanakan misi swarm attacks dan otonomi tinggi.
Ulasan lebih mendalam tunggu di artikel berikutnya… (RNS)

