AIRSPACE REVIEW – Jerman kembali mengakuisisi 20 helikopter militer H145M baru dari Airbus Helicopters dalam kontrak senilai sekitar 931 juta euro (1,05 miliar USD). Pesanan baru ini melengkapi kontrak lama sebelumnya pada Desember 2023 untuk pesanan 62 unit, sehingga total menjadi 82 unit.
Pengiriman helikopter baru akan dilaksanakan mulai tahun 2027 hingga 2029. Sebanyak 20 unit heli tambahan tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi Angkatan Bersenjata dalam program Zeitenwende.
Dari total pesanan Jerman, sebanyak 57 heli akan digunakan oleh Angkatan Darat Jerman (Heer) dan lima unit untuk Angkatan Udara (Luftwaffe).
Airbus Helicopters telah memulai pengiriman heli H145M ke Bundeswehr pada November 2024. Pelatihan para awaknya dilakukan di pangkalan Bückeburg.
H145M merupakan versi militer dari helikopter sipil bermesin ganda H145. Heli ini diklaim memiliki fleksibilitas yang tinggi dan biaya operasional yang rendah.
Dilengkapi dengan sistem manajemen senjata modular HForce, H145M dapat mengoperasikan roket berpemandu dan tak berpemandu, senapan mesin dalam pod, dan rudal antitank.
Persenjataan tersebut menawarkan dukungan udara jarak dekat, infiltrasi dan eksfiltrasi pasukan, serta kemampuan serangan ringan.
Pemerintah Jerman memperkirakan total biaya pengoperasian dan pemeliharaan 82 heli H145M hingga tahun 2048 akan mencapai 3 miliar euro.
Selain penguatan militer, program ini juga memiliki dampak industri yang signifikan di Jerman.
Perusahaan domestik seperti Hensoldt terlibat dalam penyediaan sistem peperangan elektronik, penglihatan malam, dan perlindungan diri. (RNS)

