Kamboja mulai menarik persenjataan berat mereka di dekat perbatasan Thailand

SH-1 155 mm KambojaVia X

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Kamboja telah mulai menarik senjata berat mereka dari daerah perbatasan dengan Thailand di bawah pengawasan ASEAN.

Upaya ini menandai dimulainya rencana pelucutan senjata bersama yang bertujuan mengurangi ketegangan setelah berbulan-bulan kebuntuan militer.

Kedua belah pihak melaksanakan proses ini secara bersamaan di bawah pengawasan dan verifikasi Tim Pengamat ASEAN (AOT).

Pada tahap pertama, dari tanggal 1 hingga 21 November 2025, meliputi pemindahan peluncur roket multilaras (MLRS) Type 81, Type 90B, BM-21 dan howitzer SH-1 155 mm dari Provinsi Preah Vihear.

Media pemerintah Kamboja telah merilis rekaman yang menunjukkan pemindahan roket artileri (MLRS) dan senjata swagerak (SPH).

Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja mengonfirmasi bahwa proses tersebut berlangsung di dua lokasi, di Chambok Charn dan Rovieng di Provinsi Preah Vihear.

Pasukan Thailand juga akan segera menarik persenjataan beratnya dari wilayah perbatasan sebagai bagian dari perjanjian yang sama.

Langkah ini mencerminkan langkah hati-hati namun bermakna menuju de-eskalasi setelah periode peningkatan aktivitas militer di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand.

Kedua negara sebelumnya telah mengerahkan artileri, sistem roket, dan kendaraan tempur lapis baja ke wilayah tersebut, di tengah sengketa yang berulang mengenai batas wilayah di dekat Kuil Preah Vihear dan zona sengketa lainnya.

Ketegangan memuncak pada 24 Juli 2025, ketika Kamboja menembakkan roket ke wilayah Thailand, yang dibalas dengan serangan udara oleh Thailand.

Selanjutnya, pada 28 Juli 2028, dilakukan gencatan senjata, dengan mediasi perdamaian difasilitasi oleh Malaysia, yang dilaksanakan di Kuala Lumpur. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *