AS kemungkinan akan mengizinkan penjualan 48 jet tempur F-35 ke Arab Saudi

F-35AUSAF/Reuters

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat disebut berkemungkinan untuk mengizinkan penjualan hingga 48 jet tempur F-35 ke Arab Saudi. Saat ini peninjauan proposal yang diajukan Riyadh sedang dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon.

Bila disetujui, penjualan 48 jet F-35A buatan Lockheed Martin tersebut akan dilakukan dengan mekanisme Penjualan Militer Asing (FMS).

Permintaan resmi Arab Saudi untuk mengakuisisi 48 jet tempur F-35 telah melewati tahap kunci pada 4 November 2025, di Departemen Pertahanan AS, menurut para pejabat yang mengetahui proses tersebut dikutip Reuters.

Meskipun belum ada persetujuan yang dikeluarkan, tinjauan tersebut merupakan langkah kunci seiring Washington mengevaluasi kerja sama pertahanan Teluk, kebijakan pengendalian ekspor, dan kerangka keunggulan militer kualitatif Israel.

Kepemilikan F-35 oleh Arab Saudi akan memungkinkan negara tersebut mengubah postur strategisnya dan melancarkan operasi siluman, serangan presisi jarak jauh, serta peningkatan pencegahan regional melalui angkatan udara yang terintegrasi dan berjejaring.

Ketertarikan Saudi terhadap F-35 berawal di tahun 2010-an, ketika Riyadh berupaya memodernisasi armada udaranya melalui program F-15SA dan akuisisi jet Eurofighter Typhoon.

Saat itu, kebijakan ekspor AS melarang transfer pesawat siluman ke negara-negara Arab demi mempertahankan keunggulan militer kualitatif (QME) Israel.

Angkatan Udara Kerajaan Saudi (RSAF) terus mengisyaratkan minatnya pada pesawat generasi kelima sebagai bagian dari transformasi industri pertahanan Visi 2030, dengan fokus pada akuisisi teknologi, kemampuan perawatan lokal, dan swasembada jangka panjang.

Karakteristik siluman F-35, fusi sensor, dan sistem berbagi data canggih dipandang oleh para perencana Saudi sebagai elemen penting untuk beradaptasi dengan ancaman pertahanan udara dan rudal regional yang semakin canggih.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketika Washington meninjau kembali hubungan pertahanannya dengan mitra-mitra Teluk, permintaan F-35 diajukan kembali dengan persyaratan ekspor dan konfigurasi yang lebih ketat.

Evaluasi ulang ini mencerminkan kombinasi faktor strategis, industri, dan politik yang membentuk bagaimana sistem canggih dialokasikan di Timur Tengah.

Potensi penjualan F-35 merupakan bagian dari konteks kerja sama pertahanan AS-Saudi yang lebih luas, yang mencakup sistem pertahanan udara, laut, dan rudal.

Pada Mei 2025, Washington mengumumkan kerangka kerja pertahanan senilai sekitar 142 miliar USD yang mencakup pertahanan udara dan rudal, modernisasi angkatan udara dan antariksa, keamanan maritim, dan komunikasi.

Meskipun F-35 tidak disebutkan secara eksplisit dalam pengumuman tersebut, skala keseluruhan kolaborasi menunjukkan keselarasan strategis yang berkelanjutan antara kedua negara.

Transfer senjata AS ke Arab Saudi tunduk pada berbagai lapisan tinjauan politik dan keamanan, yang menyeimbangkan tujuan pertahanan bersama dengan stabilitas regional dan pengawasan kongres.

Interaksi ini melampaui pengadaan hingga mencakup pelatihan bersama, pembagian intelijen, dan program pemeliharaan yang memperkuat interoperabilitas. (RNS)

One Reply to “AS kemungkinan akan mengizinkan penjualan 48 jet tempur F-35 ke Arab Saudi”

  1. Di sumber lain, menyebutkan nilai transaksi untuk 48 unit F-35A tersebut 3 miliar USD lebih dikit yang artinya per unit seharga sekitar 80 juta USD saja, kok beda banget saat waktu kita ajukan pembelian si petir dengan jumlah yang sama (sebelum beralih ke KAAN) namun nilainya sekitar 14 miliar USD, artinya per unit F-35A yang saat itu kita mau beli hampir 300 juta USD? 🤔

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *