AIRSPACE REVIEW – YFQ-44A, pesawat tempur nirawak yang dirancang oleh Anduril telah memulai uji terbang untuk pertama kalinya pada 31 Oktober 2025.
Pesawat mengudara perdana dari Bandara Logistik California Selatan di Victorville, dikawal oleh dua jet latih L-29 Delfin.
Sebelumnya, pada 27 Agustus 2025, prototipe pesawat nirawak YFQ-42A yang dikembangkan oleh General Atomics-Aeronautical Systems Inc. (GA-ASI) sukses melakukan penerbangan perdananya.
Untuk diketahui, YFQ-42A merupakan finalis untuk program CCA (Collaborative Combat Aircraft) Angkatan Udara AS (USAF), bersaing dengan YFQ-44A.
Program CCA merupakan upaya USAF untuk memproduksi sejumlah besar pesawat nirawak modular dengan biaya yang terjangkau.
Drone-drone ini dirancang untuk beroperasi bersama pesawat tempur berawak seperti Lockheed Martin F-35A Lightning II, juga dengan pesawat tempur generasi keenam F-47 yang sedang dikembangkan oleh Boeing.
Baik YFQ-42A dan YFQ-44A akan bertindak sebagai “Loyal Wingman” yang mendukung pesawat tempur berawak dalam skenario pertempuran dengan memperluas jangkauan sensornya, serta menyediakan daya tembak tambahan.
Dalam misi tempur, setiap satu jet tempur berawak dapat mengendalikan beberapa CCA sekaligus, menciptakan kekuatan jaringan yang meningkatkan kesadaran situasional dan efektivitas tempur.
Di luar peran mereka dalam pertempuran udara ke udara, CCA ditargetkan mampu melakukan misi peperangan elektronik (EW), serta intelijen, pengintaian dan pengawasan (ISR).
USAF sendiri berencana untuk memperoleh antara 100 hingga 150 unit drone di bawah Program Inkremen 1.
Sementara pada Inkremen 2 untuk memperkenalkan CCA lebih canggih dan serbaguna yang mampu menangani berbagai profil misi. (RBS)

