Jet MC-21-310 Rusia kedua dengan mesin dan komponen lain buatan dalam negeri melakukan penerbangan perdananya di Irkutsk

Prototipe kedua MC-21-310 terbang perdanaUAC

AIRSPACE REVIEW – Prototipe kedua pesawat komersial MC-21-310, yang dilengkapi dengan sistem dan mesin buatan dalam negeri, berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya dari fasilitas Yakovlev, bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), di Irkutsk baru-baru ini.

Dalam penerbangan sekitar satu jam tersebut, MC-21-310 (006) yang ditenagai mesin PD-14 mencapai ketinggian 3.500 m dan kecepatan 500 km/jam, dan beroperasi sesuai harapan.

Rostec, induk perusahaan UAC, mengatakan penerbangan tersebut merupakan bagian dari kampanye sertifikasi untuk versi baru “100% Rusia” pesawat MC-21-310.

Pesawat prototipe baru ini akan bergabung dengan pesawat prototipe pertama MC-21-310 yang telah lebih dulu diterbangkan.

Para insinyur Rusia mengevaluasi kinerja sayap komposit produksi lokal, salah satu kemajuan paling signifikan dalam program ini.

Komponen tersebut menggantikan sayap yang sebelumnya diproduksi dengan material Barat dan merupakan tonggak teknologi bagi industri aeronautika Rusia.

MC-21 yang sedang dikembangkan kini dilengkapi beberapa sistem produksi dalam negeri, termasuk avionik, kontrol kokpit, sistem bahan bakar dan pengereman, serta mekanisme angkat tinggi.

Mesin PD-14 yang diproduksi oleh United Engine Corporation (UEC), merupakan mesin turbofan efisiensi tinggi Rusia pertama yang sepenuhnya dirancang di negara tersebut sejak runtuhnya Uni Soviet.

Disertifikasi pada tahun 2018, PD-14 dikembangkan dengan 16 teknologi produksi baru dan menjanjikan pengurangan konsumsi bahan bakar hingga 10% dibandingkan mesin sejenis dari pesaing Barat.

Rostec berharap dapat menyelesaikan proses sertifikasi MC-21 dengan sistem yang dikembangkan sepenuhnya di dalam negeri pada tahun 2026.

Setelah itu pesawat akan diproduksi untuk dikirimkan ke maskapai Rusia.

Pesawat akan mengisi pesawat lorong tunggal penerbangan jarak dekat-medium, bersaing dengan Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.

Para ahli menekankan, selain nilai teknologinya, program MC-21 memiliki kepentingan strategis yang kuat bagi Rusia, terutama mengingat sanksi internasional yang menghambat impor komponen aeronautika.

Proyek ini dipandang penting untuk menjamin otonomi penerbangan sipil Rusia dan mempertahankan daya saing di pasar global.

Dengan kapasitas 160 hingga 211 penumpang, tergantung pada konfigurasinya, dan perkiraan jangkauan 6.000 km, MC-21 menawarkan kombinasi performa modern dan pengurangan biaya operasional. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *