AIRSPACE REVIEW – Pada pameran pertahanan ADEX 2025 di Seoul Korea Selatan, perusahaan kedirgantaraan Lockheed Martin meluncurkan konsep pesawat tempur nirawak Vectis.
UCAV ini dikembangkan oleh divisi proyek canggih Skunk Works untuk beroperasi dengan jet tempur berawak generasi kelima, termasuk F-35 Lightning ll.
Drone ini dapat mendukung berbagai macam misi, termasuk operasi penyerangan, pengawasan dan intelijen, peperangan elektronik, dan pertahanan antipesawat.
Dalam operasionalnya, sistem Vectis dikendalikan oleh perangkat lunak manajemen misi MDCX, menghubungkan drone ke jaringan komando dan kontrol gabungan yang lebih besar.
Kehadiran Vectis ditujukan untuk menyediakan interoperabilitas multi domain dan fleksibilitas dalam jangkauan.
Drone dirancang dengan fitur-fitur yang minim observasi atau siluman dan kemampuan misi modular.
Rangka pesawat dioptimalkan untuk daya tahan dan kemampuan manuver, sehingga memungkinkannya untuk melayani peran garis depan maupun sebagai pendukung, tergantung pada kebutuhan misi.
Sistem ini dirancang untuk berfungsi sebagai pengganda kekuatan dengan bekerja bersama-sama dengan pesawat berawak di lingkungan pertempuran.
Lockheed Martin berencana untuk menyelesaikan pengembangan, pengujian, dan produksi drone tempur ini mulai tahun 2028. (RBS)

