AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bernegosiasi dengan Presiden AS Donald Trump untuk menukarkan ribuan drone Ukraina dengan rudal jelajah Tomahawk AS.
Proposal tersebut disampaikan dalam pertemuan di Gedung Putih pada 17 Oktober 2025 lalu, dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan Ukraina dari serangan Rusia.
Zelensky berpendapat, perang modern membutuhkan sejumlah besar drone. Hal ini dimiliki Ukraina dan tidak dimiliki oleh AS.
Sebaliknya, Ukraina juga membutuhkan rudal jelajah Tomahawk dari AS untuk melakukan serangan jauh strategis ke wilayah Rusia.
Zelensky menambahkan, AS memiliki rudal yang kuat, tetapi Ukraina dapat menawarkan sejumlah besar drone sebagai gantinya.
Menanggapi usulan Zelensky, Trump mengakui bahwa industri pertahanan Ukraina mampu memproduksi ribuan drone berkualitas tinggi.
Namun, AS kata Trump, memilih kehati-hatian dalam memasok rudal Tomahawk ke negara lain termasuk Ukraina dengan pertimbangan dapat menimbulkan eskalasi konflik.
Dalam pertemuan berikutnya dengan Zelensky pada 19 Oktober, Trump menekan presiden Ukraina untuk menerima persyaratan yang diusulkan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mengakhiri perang.
Trump mengingatkan Zelensky bahwa penolakan untuk mengakhiri perang dapat menyebabkan kehancuran Ukraina.
Trump mengusulkan penyerahan wilayah Donbas kepada Rusia, sebuah usulan yang langsung ditolak oleh Kyiv.
Ukraina saat ini mencari dukungan tambahan internasional untuk memperkuat posisinya dan mengamankan kedaulatannya dalam menghadapi tekanan eksternal. (RNS)

