AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang hingga saat ini telah berlangsung selama tiga tahun delapan bulan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mendatangi Trump di Gedung Putih pada hari Jumat, setuju bahwa Perang Rusia-Ukraina harus berhenti.
“Sudah cukup darah yang tertumpah, dengan batas-batas properti yang ditentukan oleh Perang dan Keberanian. Mereka harus berhenti di mana mereka berada,” tulis Trump di akun Truth Social tak lama setelah pertemuan dengan Zelensky.
“Biarkan keduanya mengklaim Kemenangan, biarkan Sejarah yang memutuskan! Tidak ada lagi penembakan, tidak ada lagi Kematian, tidak ada lagi pengeluaran uang yang sangat besar dan tidak berkelanjutan,” lanjut Trump dalam unggahannya.
Mengawali pertemuannya dengan Zelensky, Trump mengatakan bahwa Presiden Ukraina itu terlihat “cantik” dengan setelah jaketnya, disambut dengan tawa para pejabat negara yang hadir.
“Ya?” jawab Zelensky singkat.
Zelensky menegaskan bahwa dirinya setuju dengan Trump untuk menghentikan perang. Namun kata dia, perang ini dimulai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Saya setuju dengan presiden — ya, kedua belah pihak harus berhenti,” kata Zelensky. “Namun di antara kami, ini tentang Putin, karena kami tidak memulai perang ini,” ujar Zelensky.
Trump yang menjuluki dirinya sendiri sebagai “presiden mediator” menjelang makan siang kerjanya dengan Zelensky, mengatakan kepada para wartawan bahwa ia berharap Ukraina tidak membutuhkan rudal Tomahawk untuk mengakhiri perangnya dengan Rusia.
Setelah pertemuan tersebut, Zelensky mengatakan bahwa keduanya membahas rudal Tomahawk, tetapi ia menolak untuk menjelaskan secara rinci dengan alasan AS tidak menginginkan eskalasi.
Trump sebelumnya mengakui bahwa dirinya akan membahas rudal Tomahawk dengan Zelensky. Tetapi ia lebih suka bila Ukraina tidak membutuhkan Tomahawk.
“Saya presiden mediator. Saya sedang melakukan mediasi. Ini bukan situasi yang mudah,” kata Trump kepada para wartawan dalam sesi tanya jawab selama setengah jam di Ruang Kabinet Gedung Putih.
Zelensky mengatakan ia bersedia bergabung dalam pertemuan dengan Trump dan Putin, seraya menambahkan bahwa ia secara konsisten terbuka untuk perundingan bilateral dan trilateral dengan Rusia.
Trump meyakini Putin ingin mengakhiri perang. Tetapi ia mengakui bahwa “mungkin saja” Putin sedang mempermainkan dirinya dengan cara mengulur waktu.
“Saya telah dipermainkan sepanjang hidup saya oleh yang terbaik dari mereka, dan saya berhasil dengan sangat baik,” kata Trump. “Jadi itu mungkin, ya — sedikit waktu, tidak apa-apa. Tapi saya pikir saya cukup ahli dalam hal ini. Saya pikir dia ingin membuat kesepakatan. Saya telah membuat delapan kesepakatan. Saya akan membuat yang kesembilan,” kata Trump dikutip New York Post.
Trump menambahkan bahwa ia tidak yakin Putin akan menginginkan Zelensky untuk ikut serta dalam pertemuan mendatang.
Namun, setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Trump mengatakan ia yakin Putin siap untuk mengakhiri invasi yang telah berlangsung hampir empat tahun — meskipun upaya serupa terhenti bulan lalu ketika Putin menolak pertemuan yang diminta Trump dengan Zelensky.
“Saya pikir Presiden Putin ingin mengakhiri perang, atau saya tidak akan berbicara seperti ini,” kata Trump.
“Saya pikir dia ingin mengakhiri perang. Saya berbicara dengannya kemarin selama dua setengah jam. Kami membahas banyak detail. Dia ingin perang ini diakhiri. Saya pikir Presiden Zelensky ingin…untuk mengakhirinya. Sekarang kita harus menyelesaikannya.” (RNS)

