AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengumumkan bahwa pengiriman pertama dari 20 jet tempur F-35 Lightning II dari Amerika Serikat dijadwalkan pada akhir tahun 2026. — Di saat yang sama, Indonesia dijadwalkan akan menerima pesawat Rafale pertama dari 42 yang dipesan.
Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing menyatakan jadwal kedatangan F-35 saat ia mengunjungi pabrik Lockheed Martin di Fort Worth, Texas baru-baru ini.
Sebelumnya Singapura telah mengakuisisi 12 F-35B dan kemudian menambahnya dengan 8 F-35A sehingga total menjadi dua puluh F-35.
Pesawat tempur generasi kelima tersebut secara bertahap akan menggantikan armada F-16 Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) yang menua mulai pertengahan 2030-an.
Singapura saat ini sedang berdiskusi dengan Amerika Serikat untuk membangun pangkalan pelatihan bagi pilot F-35 di Pangkalan Garda Nasional Udara Ebbing di Arkansas.
Inisiatif tersebut guna meningkatkan kemampuan operasional RSAF dan memperkuat kerja sama pertahanan bilateral.
Akuisisi F-35 oleh MINDEF merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi Angkatan Bersenjata Singapura.
Selain mengakuisisi jet tempur siluman, Singapura juga membeli empat pesawat patroli maritim Boeing P-8A Poseidon untuk menggantikan oeran Fokker 50 yang telah dioperasikan RSAF sejak 1993.
Singapura menjadi negara pertama di ASEAN yang mengoperasikan jet tempur canggih F-35, menjadikannya sebagai salah satu angkatan udara terdepan di kawasan, menyejajarkan dirinya dengan Jepang, Korea Selatan, dan Australia yang telah lebih dulu mengoperasikan F-35.
Modernisasi armada pesawat tempur merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman di kawasan Asia-Pasifik dan mencerminkan komitmen Singapura terhadap keamanan dan stabilitas regional.
RSAF berencana menyederhanakan tipe jet tempur yang dioperasikannya di masa depan mencakup F-15SG, F-35A, dan F-35B.
Jet tempur F-35 dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sensor terintegrasi, avionik digital, dan kemampuan berbagi data secara waktu nyata. Pesawat memiliki tingkat kesadaran situasional yang tinggi dan kemampuan operasional secara keseluruhan.
Jika Singapura menjadi negara pertama di ASEAN yang mengoperasikan F-35, di sisi yang lain Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang mengoperasikan jet tempur Rafale. (RNS)

