AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Jepang pada 28 Agustus 2025 mengumumkan bahwa jet tempur F-15J Eagle Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) akan dikerahkan secara berkala ke Inggris. Hal ini dilakukan untuk pertama kalinya sekaligus mencerminkan kerja sama militer yang semakin erat antara Tokyo dan London.
Pengerahan F-15J merupakan bagian dari agenda gabungan dan operasional integrasi yang lebih luas, yang baru-baru ini mencakup kemunculan pesawat tempur F-35B Lightning II Inggris di kapal induk Jepang JS Kaga.
Lebih lanjut, Jepang dan Inggris, bersama Italia, bekerja sama dalam Program Udara Tempur Global (GCAP) guna mengembangkan pesawat tempur generasi keenam.
Pesawat tersebut dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2027 dan mulai beroperasi pada tahun 2035.
Kementerian Pertahanan Jepang tidak menyebutkan berapa banyak F-15J yang akan dikerahkan dan berapa lama pesawat tersebut akan ditempatkan di Eropa.
Para analis militer menduga Jepang juga akan mengerahkan F-15J ke negara-negara Eropa lainnya sebagai simbol dukungan bagi NATO serta menunjukkan kemampuan teknologi dan operasional Jepang.
Inisiatif ini sejalan dengan kehadiran mitra non-Eropa lainnya seperti Australia dengan pesawat peringatan dini udara E-7A Wedgetail, dan Selandia Baru dengan misi transportasi strategis C-130J Super Hercules.
Langkah ini mencerminkan upaya internasional yang lebih luas untuk memperkuat keamanan di Atlantik Utara dan stabilitas regional.
Jepang memiliki lebih dari 200 pesawat tempur F-15J/DJ yang sebagian besar dirakit di bawah lisensi Mitsubishi Heavy Industries antara tahun 1980 dan 2000.
Saat ini, 68 pesawat sedang menjalani modernisasi di bawah program Japan Super Interceptor (JSI), mencakup pemasangan radar AESA AN/APG-82(v)1, sistem peperangan elektronik AN/ALQ-250 EPAWSS, komputer pusat misi baru, dan transmisi senjata canggih seperti rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER dengan jangkauan tembak lebih dari 900 km.
Program modernisasi yang diperkirakan bernilai 5,6 miliar USD tersebut bertujuan untuk memastikan armada Jepang tetap kompetitif dalam menghadapi tantangan yang semakin besar di Indo-Pasifik. (RNS)

