AIRSPACE REVIEW – Xpeng, perusahaan otomotif asal China yang dikenal dengan inovasi mobil listriknya, kini menghadirkan juga mobil yang dapat terbang di udara.
Dinamai Xpeng X2, mobil terbang ini sedang diperlihatkan di pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2025, yang berlangsung di ICE BSD Tangerang mulai pada 24 Juli – 3 Agustus.
Xpeng X2 ini merupakan hasil riset dan pengembangan dari divisi AeroHT, tergolong sebagai wahana eVTOL (electric Vertical Take-off and Landing).
Wahana ini menggunakan delapan motor listrik, masing-masing terhubung ke baling-baling yang berputar berlawanan arah, dan ditenagai oleh empat baterai independen.
Kabin Xpeng X2 dapat menampung penumpang dua orang dengan berat masing-masing maksimum 80 kg.
Sayangnya Xpeng X2 memiliki durasi terbang yang terbilang singkat, sekitar 35 menit. Ketinggian terbang maksimumnya 1.000 m dengan kecepatan puncaknya mencapai 130 km/jam.
Xpeng X2 dilengkapi teknologi komunikasi 4G dan 5G yang mendukung pengendalian jarak jauh serta pengoperasian otonom ketika berada di udara.
Meskipun bersifat otonom, pengguna diwajibkan memiliki surat izin khusus yang memadukan lisensi mengemudi kendaraan darat dan sertifikat penerbangan khusus sebagai langkah keamanan dan regulasi.
Sebagai mobil yang melayang di udara, Xpeng X2 dibekali fitur Keselamatan berupa sistem redundansi, deteksi lingkungan, pendaratan otonom, dan parasut balistik darurat.
Dilansir dari laman resmi Xpeng, mobil terbang ini dibanderol dengan kisaran harga sekitar 300 ribu dolar AS, atau setara dengan Rp5 miliar. Mobil terbang ini akan dijual bebas untuk umum pada 2026. (RBS)


Xpeng X2 mobil terbang asal china sangatlah menarik. Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap efisiensi energi dan gaya hidup ramah lingkungan, mobil listrik kian menjadi pilihan favorit di kalangan masyarakat perkotaan. BYD HAKA hadir dengan teknologi inovatif yang memberikan pengalaman berkendara masa depan—nyaman, hemat energi, dan tentu bersahabat dengan lingkungan.