AIRSPACE REVIEW – Selain akan memasok 40 jet tempur siluman J-35A, China berniat melengkapi Angkatan Udara Pakistan (PAF) dengan pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Shaanxi KJ-500 versi baru.
Melalui pernyataan singkat di media sosial, pemerintah Pakistan mengumumkan bahwa China telah menawarkan untuk melengkapi PAF dengan pesawat KJ-500 AEW&C baru.
Diketahui, PAF saat ini sudah mengoperasikan empat pesawat serupa yakni ZDK-03. Pesawat ini merupakan varian AEW&C yang dirancang khusus untuk Pakistan.
Menggunakan platform pesawat angkut Y-8F600, ZDK-03 dilengkapi radar AESA yang memiliki jangkauan lebih besar dibanding radar Saab 2000 Erieye AEW&C milik PAF.
Bila terealisasi, akuisisi KJ-500 baru ini akan menandai lompatan signifikan dalam kemampuan pengawasan dan komando udara Pakistan.
Menggunakan platform pesawat angkut baru Y-9, KJ-500 menonjol karena sistem radar phased-array mutakhir yang memberinya cakupan 360 derajat dan kemampuan untuk mendeteksi target udara dan darat sekaligus.
Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik dan kemampuan tautan data canggih, memungkinkan 10 awaknya untuk terus berbagi intelijen medan perang yang penting dengan pasukan kawan.
Selain KJ-500, tawaran terbaru dari China juga mencakup sistem rudal pertahanan udara canggih HQ-19. Sistem ini dirancang untuk melawan berbagai ancaman udara, termasuk rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat terbang.
Sebanding dengan sistem canggih seperti S-400 Rusia, HQ-19 akan memberi Pakistan sistem pertahanan berlapis yang kuat untuk melindungi infrastruktur penting dan aset militer dari serangan udara.
Sebelumnya, militer Pakistan telah mengoperasikan sistem rudal pertahanan udara China lainnya yakni HQ-9B dan HQ-16FE. (RBS)

