Pakistan siap kerahkan sistem pertahanan udara jarak jauh buatan China untuk menghadapi serangan udara India

Sistem Pertahanan Udara Pakistan buatan ChinaVia X

AIRSPACE REVIEW – Jika perang terbuka dengan negara tetangganya benar-benar terjadi, militer Pakistan telah siap untuk mengerahkan sistem pertahanan udara berlapis guna menghentikan serangan udara India.

Saat ini pasukan pertahanan udara Pakistan dilengkapi dengan sistem jaringan berlapis yang terdiri dari HQ-9 P, HQ-9BE, FD-2000, HQ-16 FE, serta sistem lama seperti LY-80 dan FM-90.

Khusus sistem pertahanan udara jarak jauh, Angkatan Darat Pakistan telah diperkuat dengan sistem HQ-9 P sejak tahun 2021.

Sistem yang dikembangkan oleh perusahaan China CPMIEC dengan persetujuan Moskow tersebut merupakan turunan dari sistem S-300 Rusia.

Dilengkapi dengan radar phased-array 3D HT-233, sistem ini dapat melacak hingga 100 target dan secara bersamaan menyerang antara 8 dan 10 target.

Jangkauannya diperkirakan 125 km terhadap pesawat terbang dan sekitar 25 km menghadapi rudal jelajah.

Sistem ini menggunakan metode panduan Track-Via-Missile (TVM) yang menggabungkan navigasi inersia, koreksi tengah lintasan, dan radar homing aktif di fase terminal.

Sementara itu, Angkatan Udara Pakistan memilih menggunakan versi HQ-9BE, varian yang lebih baru dan lebih canggih dengan jangkauan maksimum hingga 260 km terhadap pesawat tempur dan 25 km terhadap rudal balistik taktis atau rudal jelajah.

Varian HQ-9BE merupakan peningkatan yang signifikan, dilengkapi radar penanda target JSG-400 dan radar pengintai JPG-600 yang didukung oleh penanggulangan elektronik canggih.

Sistem pertahanan udara jarak jauh lainnya adalah FD-2000, merupakan versi ekspor dari HQ-9A, yang juga dioperasikan oleh Angkatan Udara Pakistan.

Dirancang untuk menyerang beberapa target udara secara bersamaan. FD-2000 mengandalkan radar HT-233, rudalnya memiliki jangkauan 125 km terhadap pesawat terbang dan 25 km menghadapi rudal jelajah. (RBS)

4 Replies to “Pakistan siap kerahkan sistem pertahanan udara jarak jauh buatan China untuk menghadapi serangan udara India”

    1. Perang itu tidak ada yang menang, yang jelas merusak tatanan ekonomi kedua negara untuk dihabiskan membeli senjata sebagai alat perusak.
      Lebih baik kedua negara di meja perundingan untuk membahas supaya perang jangan terjadi oleh mediator

  1. Lebih baik militannya yg di tangkap drpd perang antar negara, militannya senang Krn tujuannya tercapai tp rakyat byk yg jadi korban dr peperangan tsb..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *