AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Embraer, produsen pesawat asal Brasil, pada 4 Desember mengumumkan bahwa Korea Selatan telah memilih C-390 Millennium sebagai pesawat angkut militer barunya.
Sementara itu, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengungkapkan pemilihan C-390 dalam tender umum Large Transport Aircraft (LTA) II, yang bertujuan untuk melengkapi Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dengan kemampuan transportasi militer canggih.
Sebanyak tiga KC-390 akan diakuisisi dengan mengalokasikan anggaran sebesar KRW 710 miliar, dengan pengiriman pesawat pertama pada tahun 2026.
Disebutkan, alasan di balik pemilihan C-390 terletak pada biaya dan kinerjanya yang kompetitif, yang sangat cocok dengan pesaing lain seperti Lockheed Martin C-130J Super Hercules dan Airbus A400M Atlas.
Dengan akuisisi ini, Negeri Ginseng tersebut akan menjadi operator ke delapan dari C-390.
Hingga saat ini C-390 telah operasional dengan Angkatan Udara Brasil dan Angkatan Udara Portugal.
Sementara lima negara yang menunggu kedatangannya adalah Austria, Republik Ceko, Hongaria, Belanda, serta Saudi Arabia.
Di kelasnya, C-390 bersaing langsung dengan Antonov An-178 dari Ukraina, Lockheed Martin C-130J dari Amerika Serikat, Shaanxi Y-9 dari China, dan Airbus A400M Uni Eropa.
-RBS-

