UCAV buatan Milkor UAE akan dibuat di Indonesia

Milkor 380MILKOR

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Perusahaan pertahanan Milkor dari Uni Emirat Arab (UEA) yang berbasis di Abu Dhabi, telah menandatangani perjanjian dengan Republikorp dari Indonesia untuk penelitian, pengembangan, dan pembuatan UCAV Milkor di Indonesia.

Perjanjian tersebut juga mencakup pendirian fasilitas manufaktur dan transfer teknologi ke Indonesia.

Milkor UEA mengatakan, UCAV pertama akan terbang di Indonesia pada tahun 2024 dan akan menjadi bagian dari program drone dalam negeri (indigenisasi) sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan RI.

Diketahui, perusahaan Milkor UEA adalah bagian dari perusahaan induk Milkor Afrika Selatan.

Sebelum ditampilkan pada IDEX 2023, drone intai serang yang dinamai Milkor 380 telah dipamerkan di ajang Africa Aerospace and Defense (AAD) 2022 di Pretoria, 21-25 September.

Drone jenis MALE (medium-altitude long-endurance) ini memiliki rentang sayap 18,6 m, yang dibekali mesin model pusher dan ekor model V.

Milkor 380 memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 1.300 kg dengan kapasitas muatan eksternal 210 kg. Drone ini memiliki daya tahan maksimum 35 jam.

Di bagian tengah badannya dapat dilengkapi dengan pod Self Contained Aerial Reconnaissance (SCAR) dari Airborne Technologies yang dimodifikasi untuk UAV.

Milkor 380 dilengkapi dengan turet multispektral elektro-optik/inframerah (EO/IR) L3Harris Wescam MX-15.

Drone ini juga dapat dilengkapi dengan radar aperture sintetis (SAR) Thales untuk aplikasi patroli maritim.

Sebagai drone serang, Milkor 380 dipersenjatai dengan munisi berpemandu presisi (PGM) EDGE Al-Tariq-S MK 81 X-series (dengan pencari laser) buatan UEA pada gantungan tengah badan pesawat.

Lalu dua EDGE Halcon Systems Desert Sting DS-16 dipandu bom dipasang pada rak ganda EDGE di salah satu dari dua cantelan di setiap sayap.

Juga produk dari Thales Belgium SA (sebelumnya Forges de Zeebrugge – FZ) yakni dua tabung peluncur roket ringan berpemandu laser FZ602 yang dapat digunakan kembali di cantelan lainnya.

Platform Milkor 380 dirancang dengan mempertimbangkan medan perang modern, yang memungkinkan sistem ini untuk bertindak sebagai penjaga di langit selama operasi yang kompleks.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *