Polandia borong K2 Black Panther MBT, K9 Thunder SPH, dan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle dari Korea Selatan

K2 - K9 - FA50Istimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengumumkan (22/7) bahwa negaranya saat ini sedang dalam negosiasi dengan Korea Selatan untuk pembelian 180 unit K2 Black Panther, 120 K9 Thunder SPH dan dan 48 jet FA-50 Fighting Eagle.

Menurut keterangannya, unit pertama K2 Black Panther akan dikirimkan tahun ini langsung dari Korea Selatan. Dari sebagian besar tank tersebut nantinya akan diproduksi di Polandia berdasarkan lisensi.

Tank tempur utama buatan Hyundai Rotem ini diawaki oleh tiga kru terdiri dari komandan, pengemudi, operator senjata.

Kendaraan berbobot tempur 55 ton ini dibekali mesin diesel Hyundai Doosan Infracore DV27K 4 berdaya 1.500 hp. Kecepatan maksimumnya 70 km/jam dan jangkauan operasi sejauh 450 km.

Sebagai persenjataan utamanya adalah kanon Hyundai WIA CN08 kaliber 120 mm, tersedia 40 butir munisi. Persenjataan sekundernya satu SMB 12,7 mm dan satu SMS 7,62 mm.

Selain Polandia, negara lain yang berminat dan telah mengevaluasi K2 Black Panther adalah Norwegia serta Mesir yang berniat membuatnya di bawah lisensi.

Selanjutnya, Polandia juga akan mendatangkan 120 sasis kendaraan tempur K9 Thunder SPH. Sebanyak 24 langsung dari Korea Selatan dan 96 sisanya akan diproduksi di Polandia berdasarkan lisensi sebagai bagian program AHS Krab (Kepiting).

AHS Krab ini akan diproduksi oleh Centrum Produkcji Wojskowej Huta Stalowa Wola, dengan menggabungkan sasis K9 Thunder Korea Selatan dengan turret AS-90M Braveheart dari Inggris.

Sistem artileri medan K9 Thunder ini aslinya dirancang oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan Samsung Techwin sedangkan proses manufakturnya kini dilaksanakan oleh Hanwha Defense.

Kendaraan tempur berbobot 47 ton ini digerakkan mesin diesel STX-MTU MT881Ka-500 berdaya 1.000 hp. Kecepatan maksimumnya 67 km/jam dan jangkauan operasional 360 km.

Untuk mengoperasikan K9 Thunder dibutuhkan lima kru yakni komandan, pengemudi, penembak, dan dua prajurit pemuat munisi.

Dipersenjatai dengan senjata utama berupa howitzer 155 mm buatan Hyundai WIA CN98 dengan membawa 48 munisi dan senjata sekunder SMB 12,7 mm.

Selain Polandia, negara asing yang telah memiliki dan menandatangani kontrak pembelian K9 Thunder dari negeri Ginseng ini adalah Turki, India, Australia, Mesir, Estonia, Finlandia, dan Norwegia.

Diluar K2 Black Panther MBT dan K9 Thunder SPH, Polandia juga akan memborong jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle buatan KAI, sebanyak 48 jet diakusisi untuk menggantikan MiG-29 Fulcrum buatan era Uni Soviet.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.