Akhirnya, Pentagon kabulkan keinginan Turki beli 40 F-16 Viper

Turkish F-16sTAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah beberapa lama tertunda tidak ada kejelasan, Pentagon akhirnya mengabulkan keinginan Turki untuk membeli 40 jet tempur F-16 Viper atau biasa ditulis F-16V (Block 70/72).

Diberitakan, pemerintahan Presiden Joe Biden memberikan dukungan penuh atas potensi penjualan pesawat tempur ini kepada Ankara.

“Departemen Pertahanan AS mendukung penuh rencana modernisasi Turki untuk armada F-16-nya. Rencana itu sedang berlangsung,” ujar Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional di Pentagon Celeste Wallander, pada hari Rabu (29/6/2022), dikutip Reuters.

Dia mengatakan, AS mendukung modernisasi armada tempur Turki karena hal ini merupakan kontribusi bagi keamanan NATO dan secara otomatis bagi keamanan Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Ankara sebelumnya telah mengajukan pesanan resmi untuk memperoleh 40 jet baru F-16V Block 70 dan 80 kit modernisasi pada September 2021.

Nilai potensi pembelian itu diperkirakan mencapai 6 miliar USD.

Hanya saja, pemerintahan Biden tidak langsung meresponsnya, terkait telah dikeluarkannya Turki dari Program F-35 akibat pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Sambil menunggu keputusan, Turki kemudian menjajaki pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon dengan BAE Systems dari Inggris.

Beberapa hari lalu sebelum pelaksanaan KTT NATO di Madrid, Spanyol, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan telah menghubungi Presiden AS Joe Biden untuk menanyakan secara langsung kelanjutan dari proposal pembelian F-16V oleh Turki.

Biden lalu meminta Erdogan untuk bertemu secara khusus di pelaksanaan KTT NATO di Madrid.

Turki yang sebelumnya telah memveto Swedia dan Finlandia untuk tidak diterima menjadi anggota NATO, akhirnya menyetujui juga kedua negara untuk bergabung dengan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara itu setelah tercapainya sejumlah kesepakatan.

Bagi AS sendiri, Turki tetap mitra penting karena merupakan sekutu di keanggotaan NATO. Walaupun diakui, antara Washington dengan Ankara sering terjadi perbedaan pandangan.

“Meskipun kami memiliki perbedaan dengan Turki, mereka adalah sekutu NATO dan merupakan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan mereka di wilayah yang bermasalah,” ujar Lindsey Graman, Senator dari Partai Republik.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *