Rusia hentikan kerja sama penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Astronot dari AS dengan Rusia dan Jerman untuk ISSREUTERS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Badan Antariksa Rusia Roscosmos secara resmi mengumumkan akan menghentikan kerja sama dengan negara Barat dalam melakukan penelitian ilmiah dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sikap  ini diambil Rusia sebagai respons atas beragam sanksi yang diberlakukan oleh negara Barat terhadapnya setelah operasi militer Rusia ke Ukraina.

Roscosmos juga mengungkapkan, pihaknya tidak akan bekerja sama lagi dengan Jerman dalam eksperimen bersama dari ISS.

Diketahui, ISS saat ini diawaki oleh kru yang terdiri dari antariksawan asal Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Jerman.

Sementara itu, Badan Antariksa AS, NASA juga terkena dampaknya, karena Roscosmos hanya mengizinkan hingga 2024. Meskipun NASA berniat untuk memperpanjang kerja sama proyek hingga 2030.

Kelanjutan ISS sendiri membutuhkan dukungan semua pihak.

Dengan keluarnya Rusia dari kolaborasi ini mengakibatkan seluruh proyek penelitian luar angkasa di ISS dan masa depannya diragukan bisa eksis.

Peran Rusia sangatlah penting di ISS, antara lain mengendalikan laboratorium kunci, mengirimkan pasokan dari Bumi, bahkan juga mengatur ketinggian stasiun itu yang mencegahnya meluncur ke Bumi.

Selain hengkang dari ISS, Rusia juga memutuskan untuk berhenti memasok mesin roket ke AS. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Dmitry Rogozin, Kepala Roscosmos.

Hingga saat ini Rusia telah mengirimkan total 122 mesin roket RD-180 ke AS sejak 1990-an.

Sebanyak 98 di antaranya telah digunakan sebagai mesin pendorong roket Atlas milik AS ke luar angkasa.

Selain itu, Roscosmos juga akan menghentikan 24 unit servis mesin roket yang telah dikirim ke AS, dan tidak mau lagi memberikan bantuan teknisnya kepada AS.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.