Mengenal jet mungil S.211 asal Italia andalan AU Filipina

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejak 1990 Angkatan Udara Filipina (PAF) mulai mendapatkan 25 jet SIAI-Marchetti S.211 dari Italia. Dari jumlah itu 15 unit dirakit secara lokal oleh Philippine Aerospace Development Corporation (PADC).

Semula S.211 berperan sebagai pesawat latih lanjut di PAF, namun dengan pensiunnya jet tempur Northrop F-5 pada 2005, tugas tambahan pertahanan udara juga diembankan padanya.

Berkenaan dengan itu, PAF meluncurkan program Project Falcon untuk memberi sebagian S.211 miliknya berkemampuan tempur, dinamai sebagai AS-211 Warrior.

Pesawat mendapatkan Norsight Optical Sight dari F-5 yang pensiun. Juga dilengkapi Belly Gun Pod yang dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan lokal Aerotech Industries Philippines, Inc. (AIPI).

Setiap pod dilengkapi dengan senapan mesin otomatis M3 .50 kaliber 12,7 mm yang berisikan 240 butir peluru.

Tersedia empat gantungan dibawah sayap AS-211 dengan kapasitas maksimum 660 kg untuk membawa bom atau tabung roket 68 mm.

Selain digunakan sebagai pesawat serang ringan guna menghadapi pemberontak, AS-211 juga berperan sebagai MARPAT (Maritime Air Patrol) terbang di atas Laut Cina Selatan.

Saat ini dikabarkan PAF masih mengoperasikan lima pesawat AS-211/S.211 dan 13 pesawat kondisi baik dalam gudang senjata.

Untuk spesifikasinya, S.211 memiliki dimensi panjang 9,3 m, rentang sayap 8,4 m dan tinggi 3,8 m. Memiliki berat tinggal landas maksimum (MTOW) 2.750 kg.

S.211 dibekali dengan mesin turbofan tunggal Pratt & Whitney Canada (PWC) JT15D-4D berdaya 11,12 kN.

Mengenal jet mungil S.211_aPAF

Kinerja S.211 yakni berkecepatan maksimum 0,8 mach dan terbang hingga ketinggian 12.200 m.

Jangkauan operasinya 1.668 km atau durasi terbang sekitar 3 jam 50 menit.

Mengenai sejarahnya, S.211 dikembangkan secara swadaya oleh perusahaan SIAI-Marchetti (kemudian Aermacchi dan kini Leonardo) pada 1976. Prototipe sukses terbang perdana 10 April 1981.

Total 60 jet berperawakan mungil ini diproduksi dari 1981 hingga 1994. Digunakan di tiga angkatan udara dunia yakni Haiti, dan dua dari negara Asia Tenggara, Filipina dan Singapura.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *