Pertama kalinya, Stingray sukses susui Super Hornet di angkasa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Laut AS (USN) dan pabrik pesawat Boeing mencapai tonggak utama dalam sejarah pengembangan pesawat tanker tak berawak MQ-25 Stingray.

Boeing mengatakan, pada 4 Juni 2021 prototipe MQ-25 T1 telah sukses menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara untuk pertama kalinya ke jet tempur F/A-18 Super Hornet.

Selama penerbangan uji tersebut, MQ-25 T1 berhasil memperpanjang selang dan drogue dari perangkat ARS (aerial refueling store) dan dengan aman mentransfer bahan bakar jet ke F/A-18 Angkatan Laut AS.

Selama bagian awal penerbangan, pilot uji Super Hornet terbang dalam formasi dekat tepat di belakang MQ-25 untuk memastikan kinerja dan stabilitas sebelum pengisian bahan bakar.

Manuver pengisian bahan bakar ini membutuhkan jarak hanya 6 meter antara MQ-25 T1 dengan F/A-18. Kedua pesawat terbang dengan kecepatan dan ketinggian yang relevan secara operasional.

Uji coba lanjutan akan terus dilakukan oleh Tim Angkatan Laut dan Boeing sebelum MQ&25 T1 dikirim ke Norfolk, Virginia untuk uji coba penanganan dari atas dek kapal induk pada akhir tahun ini.

Kehadiran drone tanker berbasis kapal induk ini sendiri akan memperluas jangkauan tempur pesawat berawak milik Angkatan Laut AS termasuk F-35 Lightning II dan EA-18G Growler.

Dengan pengisian bahan bakar di udara, radius jet tempur F/A-18 yang semula 830 km akan meningkat menjadi 1.300 km. Sementara MQ-25 sendiri bisa menjelajah sejauh 930 km.

Digadang, setiap MQ-25 dapat membawa 6.800 liter bahan bakar yang akan ‘disusukan’ ke empat sampai enam jet tempur.

Stingray

AL AS berencana mengakuisisi sebanyak 72 unit Stingray dengan nilai keseluruhan mencapai 13 miliar dolar AS.

Diharapkan, MQ-25 akan mencapai kemampuan awal pada 2024 dan akan menggantikan peran tanker berawak jenis F/A-18 yang masih digunakan saat ini.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *