JF-17 dan FA-50 bertarung ketat untuk AU Malaysia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kompetisi pengadaan jet tempur ringan (LCA) untuk Angkatan Udara Malaysia (RMAF/TUDM) mulai mengerucut. Disebut-sebut JF-17 Thunder buatan China-Pakistan dan FA-50 Fighting Eagle dari Korea Selatan keluar menjadi finalis.

Melanir Korea Times yang mendapatkan informasi dari sumber dalam, disebutkan bahwa jet tempur buatan KAI FA-50 akan bertarung ketat dengan Chengdu/PAC JF-17 untuk pengadaan sekitar 18 jet.

Seperti diketahui, RMAF tengah mencari pengganti MiG-29 yang sudah menua. RMAF telah mengoperasikan jet berjulukan Fulcrum ini sejak 1995.

Semula RMAF mengincar jet tempur gen-4,5 sebagai penggantinya seperti Rafale dan Typhoon dari Eropa, lalu MiG-35 dari Rusia serta F/A-18E dari AS.

JF-17PAF

.Namun karena masalah keterbatasan anggaran, akhirnya proyek tersebut disesuaikan dengan pembelian jet tempur ringan yang lebih murah.

Selain kedua finalis tersebut, kandidat lainnya yang sempat dibidik adalah LCA Tejas dari India, M346 Master dari Italia, dan Yak-130 Mitten dari Rusia.

Di kawasan Asia Tenggara, JF-17 telah digunakan oleh AU Myanmar sementara FA-50 telah memperkuat AU Filipina.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *