Serangan burung sebabkan kerusakan berat Super Hornet

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebuah jet tempur F/A-18F Super Hornet dari Skadron Tempur Serang (VFA) 106 “Gladiators” yang bermarkas di NAF El Centro, California terbang melaksanakan misi latihan pada 22 Maret 2021.

Pesawat berkursi tandem dengan bobot maksimal hampir 30 ton itu diawaki oleh dua orang terdiri dari pilot di kursi depan dan operator senjata (RIO) yang duduk di kursi belakang.

Semua berjalan lancar di mana sang “Tawon Super” terbang menuju area latihan di luar El Centro.

Namun tiba-tiba, terjadi tumbukan di dalam bagian air intake yang mengalirkan udara ke ruang mesin dan karenanya pesawat berguncang keras.

Menurut keterangan yang dirilis Angkatan Laut AS (US Navy), pilot dan RIO yang mengawaki pesawat itu mengalami luka. Tidak disebutkan luka seperti apa dan seberapa parah.

Apa yang terjadi, ternyata pesawat telah mendapat serangan burung (bird strike).

Guna mengurangi kemungkinan terburuk, pilot Rhino itu (julukan penerbang US Navy untuk Super Hornet), segera mengarahkan pesawat untuk kembali ke landasan.

Juru Bicara Penerbangan Angkatan Laut Atlantik Letnan Komodor Robert Myers menjelaskan, pesawat berhasil mendarat dengan baik.

Akan tetapi, akibat insiden tersebut Super Hornet itu mengalami kerusakan berat kategori “Kelas A”.

Kerusakan “Kelas A” bermakna kerusakan yang membutuhkan perbaikan senilai 2,5 juta dolar AS (Rp37 miliar). Pesawat yang mengalami kerusakan total, juga masuk kategori “Kelas A”.

Skadron Tempur Serang VFA-106 “Gladiator” bertugas melaksanakan pelatihan penerbang Super Hornet serta dukungan operasi udara.

Skadron ini juga merupakan salah satu skuadron US Navy yang membentuk Tim Demo Taktis bersama Skadron Tempur Serang VFA-122 “Flying Eagles” dari NAS Leemore, California.

Serangan burung merupakan ancaman yang signifikan bagi lalu lintas penerbangan militer maupun sipil di seluruh dunia.

Serangan ini dapat menyebabkan insiden serius, terutama ketika tabrakan terjadi dengan burung berukuran besar maupun kawanan burung berbagai ukuran.

Bird Strike dapat menyebabkan rusaknya kanopi, permukaan kontrol hingga mesin.

Pesawat tempur lebih rentan terkena serangan burung karena lebih sering terbang dalam ketinggian rendah di mana di area itu kawanan burung juga menikmati kebebasannya sebagai mahluk hidup yang dapat terbang di udara.

Poetra

One Reply to “Serangan burung sebabkan kerusakan berat Super Hornet”

  1. Kalau masuk intake, kenapa awaknya bisa luka yah?

    Waktu Flanker kita dulu mengalami kejadian serupa, bukannya tinggal ganti mesin? 2.5 juta dolar itu buat mesin baru?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *