16 KRI masih mendukung evakuasi Boeing 737 PK-CLC, Denjaka lakukan penyelaman

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 16 Kapal Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk mendukung pencarian dan evakuasi pesawat Boeing 737-500 PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Seluruh kapal TNI AL yang dikerahkan hingga saat ini masih berada di lokasi evakuasi pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Keberadaan kapal dan seluruh awak serta personel TNI AL yang terlibat dalam evakuasi ini ditemui oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kabasarnas Bagus Puruhito, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan pejabat lainnya menggunakan KRI John Lie-358 pada hari Minggu.

Pesawat B737-500 PK-CLC nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak, jatuh pada Sabtu pada pukul 14.40 WIB.

Dalam manifes pesawat terdapat 62 orang, terdiri dari 12 awak pesawat (dua set kru) dan 50 penumpang.

Belakangan ada laporan, sejumlah penumpang batal terbang dengan pesawat itu karena tidak mengikuti uji swab COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta dan kemudian memiliki berangkat ke Pontianak menggunakan kapal laut.

Panglima TNI menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka yang mendalam terkait tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Menurut Panglima TNI, dari hasil pemantauan terakhir telah didapatkan titik koordinat jatuhnya PK-CLC ini sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut.

“TNI telah menurunkan tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL. Mudah-mudahan apa yang ditemukan oleh KRI Rigel-933 memang tepat sesuai dengan perkiraan,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan, TNI mendukung penuh upaya pencarian dan pertolongan untuk menemukan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu di bawah komando Basarnas.

TNI mengerahkan kapal dan juga pesawat dan helikopter dari TNI AU untuk mendukung pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini.

Titik koordinat Kotak Hitam 

Menurut Hadi, proses pencarian pesawat Sriwijaya Air mengalami kemajuan dengan ditemukannya serpihan pesawat hingga lifevest, jaket, dan puing-puing pesawat oleh para penyelam dari Kopaska dan Denjaka TNI AL. Puing-puing tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman 23 m. Demikian juga dengan titik koordinat yang diduga berasal dari dua kotak hitam pesawat.

Panglima TNI berharap proses evakuasi bisa segera dilakukan karena dari informasi para penyelam jarak pandang di bawah air cukup bagus.

Dalam rekap siaran Puspen TNI, TNI mengerahkan personel sebanyak 130 orang dari Kodam Jaya, 1.218 orang dari TNI AL, dan 50 orang dari TNI AU.

Untuk peralatan yang dikerahkan dari TNI AL meliputi 6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam), 16 KRI dan tiga helikoper.

Dari TNI AU dikerahkan 2 heli NAS-332 Super Puma dan H225M Caracal, 1 CN 295, dan 1 B737-200 Intai Strategis.

Denjaka temukan puing-puing SJ182_TNI AL

Sementara itu, Tim SAR Gabungan dari Denjaka berhasil menemukan serpihan-serpihan pesawat PK-CLC pada Minggu (10/1).

Serpihan yang ditemukan pada pukul 09.00 WIB itu antara lain berupa pelat besi berukuran panjang 3 meter di kedalaman 16 meter.

Penemuan serpihan pesawat tersebut disaksikan langsung disaksikan oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Asop Dankormar Kolonel Marinir Ahmad Fajar, Asop Danpasmar 1 Kolonel Danuri dan Koorsmin Dankormar Letkol Marinir Bambang.

Kemudian pada pukul 10.05 WIB ditemukan serpihan bodi pesawat , serpihan mesin pesawat, dan hidrolik kabin penumpang.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *