Kemenhub dan UI kembangkan teknologi pendeteksi FOD di landasan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Balitbang Perhubungan Kementerian Perhubungan RI bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) mengembangkan purwarupa
Teknologi Sistem Deteksi Foreign Object Debris (FOD) untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di bandara.

Teknologi ini dikembangkan dengan memadukan kamera pengawasan jarak jauh dengan pengolahan data berbasis komputer sebagai otaknya.

Dengan penggunaan teknologi ini operator bandara bisa melakukan pengawasan terhadap ada tidaknya benda-benda FOD di landasan dengan lebih efektif dan efisien. Kamera yang mendeteksi FOD di landasan akan melaporkan temuannya secara otomatis.

Selama ini, pengawasan ada tidaknya FOD di landasan dilakukan secara manual dengan mengandalkan pandangan mata manusia. Pemeriksaan FOD di landasan disesuaikan dengan jadwal penerbangan.

Untuk dapat mendeteksi FOD di landasan, kurang lebih 13.000 sampling FOD yang terdeteksi akan dimasukkan ke dalam sistems komputer.

Penempatan kamera juga tidak akan mengganggu landasan karena ditempatkan di atas gedung terminal.

Jauh tidaknya jangkauan kamera, tergantung dari spesifikasi kamera zoom yang digunakan. Makin berspesifikasi tinggi makin baik, namun dari sisi harga tentu akan lebih mahal.

Saat ini, kamera yang digunakan untuk pembuatan prototipe teknologi pendeteksi FOD ini adalah kamera dengan jangkauan hingga 4 km.

Pendeteksi FODKemenhub-UI

Akan tetapi, untuk penempatan di gedung dengan ketinggian 8 m, misalnya, kamera zoom yang diarahkan ke landasan ini baru bisa mendeteksi FOD secara jelas pada jarak 150-250 meter.

Kepala Balitbang Perhubungan Kemenhub Dr. Umiyatun Hayati Triastuti dalam FGD virtual untuk membahas teknologi ini, Kamis (3/12/2020), menyambut baik hasil yang telah dilaksanakan oleh tim dari Kemenhub dan UI.

Ia berharap purwarupa teknologi ini dapat disempurnakan dengan berbagai masukan dari para peserta FGD. Tujuannya, apabila nanti digunakan dapat meningkatkan keselamatan penerbangan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *