Korea kembangkan K9A1 SPH dengan menara tak berawak

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Industri Korea Selatan, Hanhwa Defense, mengembangkan K9A1 Thunder SPH (self-propelled howitzer) dengan menara tak berawak. Riset SPH baru dengan kode K9A2 ini akan dimulai bulan depan.

Untuk sistem pemuatan amunisi, akan dibuat otomatis penuh. Hal ini untuk meningkatkan laju tembakan dan mengurangi jumlah awak K9.

Seperti dikutip dari Defence24, K9A2 Thunder akan diajukan dalam kontestasi program pembelian SPH baru untuk Angkatan Darat Inggris pengganti AS90 SPH buatan Vickers, Inggris.

K9A2 dikembangkan dari SPH versi modern K9A1

K9A2 dikembangkan dari SPH versi modern K9A1. Sejumlah fitur yang ada dalam SPH ini antara lain pengendalian tembakan otomatis yang dimodernisasi, sistem navigasi satelit dan inersia, alat pencitraan termal untuk pengemudi, kamera mundur, dan unit daya tambahan baru.

Baca Juga: Intip CAESAR 2 8X8, sistem SPH baru garapan Nexter Perancis

K9 Thunder yang menjadi induk dari turunannya, merupakan rancangan Samsung Techwin dan diproduksi oleh Hanwha Land Systems. Kendaraan tempur yang digunakan pertama kali pada 1999 oleh Angkatan Bersenjata Korea Selatan ini telah diekspor ke sejumlah negera seperti Estonia, Finlandia, India dan Norwegia.

K9 SPH yang diklaim paling unggul di dunia ini diawaki oleh lima orang. Terdiri dari komandan, penembak, pemuat, asisten pemuat, dan pengemudi.

Persenjataan utama yang diusung oleh K9 adalah meriam 155/52 mm dengan jarak tembak 40 km. Stok amunisi 48 butir peluru dimuat dengan sistem otomatis.

Baca Juga: 2S43 Malva, SPH beroda ban terbaru buatan Rusia

K9 dengan bobot 47 ton ditenagai oleh mesin diesel 1000 HP MTU MT 881 Ka-500.

Kecepatan laju maksimum monster ini adalah 67 km/jam dan jangkauan 480 km.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *