China siapkan jet tempur “Super F-35” yang akan muncul di tahun 2035

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pertarungan konsep pesawat tempur generasi keenam, berkemampuan di atas F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, telah dimulai oleh sejumlah negara termasuk China.

Sebelum ini kita telah mendengar pengembangan jet tempur generasi keenam antara lain F/A-XX untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (USN), Team Tempest yang digagas oleh Inggris dan dikerjakan bersama Swedia serta Italia, FCAS yang dikerjakan oleh Jerman-Perancis-Spanyol, F-X oleh Jepang, dan kolaborasi MiG-Sukhoi di Rusia.

Dan kini, China juga dikabarkan sudah punya konsep jet tempur generasi keenam andalannya yang disebut-sebut sebagai “Super F-35”.

Terkesan ingin menandingi F-35 yang saat ini menjadi simbol massal jet tempur Gen 5, namun memang begitu ambisinya. Beijing ingin menghadirkan jet tempur siluman yang memiliki kemampuan di atas F-22 dan F-35.

Karakter yang diusung dalam jet tempur modern ini nantinya adalah memiliki kemampuan penetrasi tempur jarak jauh, daya tembak yang unggul, pengambil keputusan yang cepat, kesadaran situasi terhadap medan pertempuran yang sangat tinggi, dan lainnya.

Bicara soal jet tempur generasi keenam, pesawat ini memang diprediksi akan mulai beroperasi mulai 2035. Bila berpatokan pada dimulainya penggunaan jet tempur generasi kelima F-22 Raptor oleh USAF pada 2005, maka artinya masa operasi F-22 akan berumur tiga dekade di masa tersebut.

Dan itu artinya, saat yang tepat bagi matra udara di dunia untuk mendapatkan pesawat tempur baru, generasi keenam, dengan teknologi terbaru pula.

Khusus mengenai pengembangan jet tempur generasi keenam di Negeri Tirai Bambu, Global Times mengutip pernyataan Yang Wei, perancang jet tempur siluman generasi kelima J-20 Mighty Dragon.

Ia mengatakan, pesawat tempur generasi keenam akan mengesampingkan keunggulan manuver di udara karena pesawat akan lebih mengandalkan kemampuan radar, kecerdasan buatan, dan persenjataan udara jarak menengah/jauh dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Pesawat tempur baru, kata Yang Wei seperti ia tulis dalam Jurnal Penerbangan Tiongkok, harus mampu memproses data dan membaginya secara real time, membuat beberapa opsi penyerangan, dan membuat jaringan informasi untuk bertukar data dengan pesawat lain.

“Pesawat tempur baru akan sangat bergantung pada informasi yang didapatkan oleh radar dan kecerdasan buatan akan memainkan peran sangat penting dalam menghadapi pertempuran udara,” tulisnya.

Yang Wei menggambarkan, pesawat tempur baru Tiongkok kemungkinan akan mirip dengan J-20, namun kemampuan melebihi F-22 dan F-35.

Pesawat tempur baru yang ia ibaratkan sebagai “Super F-35” itu akan memiliki pandangan 360 derajat untuk mendeteksi seluruh target dan menyerang mereka dari jarak jauh tanpa terlibat dalam pertempuran jarak dekat.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *