Turki dan Rusia bahas implementasi kontrak tambahan untuk S-400

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Turki dan Rusia masih membahas implementasi kontrak tambahan pengadaan S-400 Triumf yang telah ditandatangani tahun 2017. Kontrak pertama pengadaan S-400 telah diselesaikan di mana S-400 telah diterima Ankadar dari Moskow pada 2019.

Pembahasan implementasi kontrak pengadaan tambahan S-400 saat ini terkait model keuangan untuk pembayarannya.

Diperkirakan, implementasinya baru dapat dimulai tahun 2001.

“Kontrak sudah ditandatangani. Selanjutnya tergantung kepada kesiapan mitra kami untuk menyelesaikan prosedur mengenai pembiayaan proyek ini,” ujar Alexander Mikheev, Kepala Rosoboronexport, menjawab pertanyaan media dalam forum teknis dan militer Army-2020 di Kubinka, Wilayah Moskow pada 23 Agustus 2020 sebagaimana diberitakan Interfax.

Rusia telah memasok Turki dengan sistem S-400 melalui kontrak senilai 2,5 miliar dolar AS tahun 2017.

Sebelumnya, dalam laporan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada 28 Juli 2020, Kepala Rostec Sergei Chemezov menyatakan, bagian dari kontrak pengadaan S-400 diterbitkan secara kredit. Namun tidak disebutkan, mata uang apa yang digunakan Turki untuk membayar pembelian S-400 tersebut.

S-400 merupakan sistem rudal anti-pesawat jarak jauh yang dibuat oleh Almaz-Antey. S-400 mampu menjatuhkan berbagai sasaran udara sejauh 400 km dan ketinggian hingga 30 km.

Turki merupakan negara NATO pertama yang melakukan pembelian S-400 dari Rusia. Pengadaan sistem pertahanan udara jarak jauh ini telah membuat Amerika Serikat geram dan menjatuhkan sanksi kepada Turki.

Ankara pun harus rela dienyahkan oleh Washington dari Program jet siluman F-35 Lightning II.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *