India sukses menguji coba rudal MICA pada Su-30MKI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Seperti diberitakan Indian Defence News yang dikutip oleh airforce-technology.com, Angkatan Udara India (Bharatiya Vayu Sena) sukses melakukan uji tembak rudal udara ke udara MICA dari jet tempur Sukhoi Su-30MKI pada 17 dan 18 Agustus 2020 lalu.

Uji coba penembakan dengan rudal sesungguhnya atau yang dikenal dengan “live firing missile test“ tersebut dilakukan oleh jet tempur Su-30MKI dari pangkalan udara Kalaikunda, Bengali Barat, India.

Dalam uji tembak tersebut, kedua rudal MICA yang ditembakkan berhasil mengenai target berupa pesawat tanpa awak yang dikhususkan untuk target penembakan atau EAT (expendable aerial target) drone.

Uji coba itu terbilang istimewa karena tidak hanya menunjukkan keampuhan dan akurasi rudal udara ke udara MICA, namun juga karena rudal buatan MBDA, Perancis, tersebut terbukti mampu diintegrasikan dengan pesawat tempur Su-30MKI yang notabene adalah buatan Rusia.

Kuat dugaan, kemampuan itu didapatkan berkat keterlibatan sejumlah industri pertahanan Perancis dalam memasok avionik untuk Su-30MKI yang diproduksi India berdasarkan lisensi Rusia.

Seperti diketahui, kendati radar Su-30MKI masih memakai radar Rusia seperti aslinya, namun sejumlah avionik Rusia lainnya diganti oleh India (dengan seizin dari Sukhoi Rusia) dengan produk Perancis seperti buatan SAGEM (sekarang bagian dari Safran) dan Thales.

Rudal udara ke udara MICA (Missile d’Interception, de Combat et d’Autodefense) sendiri adalah rudal udara ke udara andalan AU Perancis yang mampu difungsikan sebagai rudal jarak pendek maupun rudal jarak menengah.

MBDA merilis MICA dengan dua varian utama yang berbeda pada sistem pemanduannya (guidance system), yaitu MICA RF (disebut juga MICA EM) yang berpemandu radar dan MICA IR yang berpemandu infra merah.

MICA inphographic

Selain rudal udara ke udara, MICA juga dapat dipakai sebagai rudal darat ke udara atau rudal pertahanan udara (hanud) yang disebut VL MICA, baik yang ditembakkan dari truk peluncur di daratan maupun dari kapal perang permukaan.

Meskipun India sudah membeli 400 pucuk MICA (varian RF dan IR) tahun 2016 saat penandatanganan kontrak upgrade armada Mirage 2000H/TH AU India, negeri itu diketahui membeli lagi sejumlah rudal MICA bersamaan dengan kontrak pembelian 36 jet tempur Rafale di luar udal udara ke udara jarak jauh Meteor serta rudal jelajah SCALP-EG yang ikut pula diborong.

Dengan suksesnya uji coba tersebut, AU India yang saat ini baru menerima lima unit Rafale dari 36 unit pesanannya, akan memiliki kemampuan mendayagunakan rudal MICA dari tiga tipe jet tempur berbeda, yaitu 50-an Mirage 2000H/TH (hasil upgrade), sekitar 270 Su-30MKI Flanker, dan 36 Rafale EH/DH.

Tentu hal ini memberikan keuntungan tersendiri dalam hal rantai logistik.

Antonius KK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *