Aksi pertama pesawat patroli maritim Poseidon Inggris

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Hanya dalam waktu enam bulan setelah tiba di daratan Inggris, sebuah pesawat patroli maritim multimisi Poseidon MRA Mk.1 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF) sudah unjuk gigi dalam aksi perdananya.

Seperti diberitakan RAF pada 7 Agustus 2020, RAF mengirim sebuah Poseidon MRA Mk.1 dengan kawalan jet-jet tempur Eurofighter Typhoon dengan didukung pesawat tanker Voyager (Airbus A330 tanker versi Inggris) ke kawasan Laut Utara untuk membayangi sebuah kapal perang Rusia yaitu Vasily Bykov.

Kapal perang tersebut secara resmi disebut sebagai “kapal patroli” oleh Angkatan Laut Rusia. Namun, jika menilik bobot kemampuan jangkauan layar serta persenjataannya, sebenarnya kapal yang masuk dalam Project 22160 itu lebih pantas disebut korvet.

Vasily Bykov yang baru bertugas sejak akhir 2018 adalah kapal perdana dari Project 22160 yang diproyeksikan akan dibeli AL Rusia sebanyak enam unit, dua unit di antaranya sudah masuk dinas operasional.

Kapal kelas ini dipersenjatai meriam, senapan mesin, torpedo, rudal pertahanan udara dan bahkan rudal jelajah Kalibr, kendati jumlah yang dibawanya memang terbatas.

Vasily Bykov mampu menampung sebuah heli multi misi maritim di dek bagian buritan kendati tidak dilengkapi dengan hanggar.

Keberadaan kapal perang asing bermuatan rudal jelajah di kawasan dekat teritorial laut Inggris membuat RAF bertindak dengan misi pengawasan sebagai respons yang sudah baku.

Poseidon MRA1
RAF

Seperti diketahui, RAF baru saja menerima Poseidon MRA Mk.1 pertamanya pada Februari 2020 lalu. Poseidon MRA Mk.1 adalah varian P-8A Poseidon pesanan Inggris, di mana total sebanyak sembilan unit dibeli dari Boeing, Amerika Serikat.

Tak hanya mampu menjalankan misi patroli dan pengawasan, Poseidon MRA Mk.1 juga mampu melaksanakan misi serangan anti-kapal permukaan (antisurface warfare/AsuW) maupun misi anti-kapal selam (antisubmarine warfare/ASW) serta memiliki kemampuan ISR (Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) alias pengumpulan intelijen elektronik, pengawasan dan pengintaian.

Antonius KK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *