US DoD sebut peran Super Tucano di perang Afganistan sangat efektif

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebuah laporan yang disampaikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD) kepada Kongres AS pada 1 Juli 2020 menyebutkan, peran pesawat serang ringan A-29 Super Tucano sangat efektif dalam perang di Afganistan.

Dengan penggunaan pesawat ini, pilot-pilot Angkatan Udara Afganistan (AAF) pun mampu meningkatkan kemampuannya.

Pasukan pesawat serang AAF, yang pada tahun 2014 belum berkemampuan apa-apa, kini tumbuh menjadi satu kekuatan yang dapat dipertimbangkan.

Dengan A-29, pilot-pilot AAF berhasil melaksanakan lebih dari setengah misi yang diembankan oleh negara kepada AAF.

AAF menaungi tiga wing dan 18 detasemen. Menurut laporan yang Airspace Review lihat dari laman US DoD, AAF memiliki 174 pesawat dengan 149 unit siap digunakan di dalam negeri.

Pesawat-pesawat tersebut adalah 4 C-130, 23 C-208, 10 AC-208, 25 A-29, 24 Mi-17, 54 MD-530, dan 43 UH-60A+. Total berjumlah 294 orang.

Khusus pesawat serang ringan A-29, dari 25 pesawat sebanyak 15 berada di Afganistan. Jumlah pilot yang tersedia sebanyak 29 orang.

A-29 menjadi tulang punggung AAF saat ini. Pilot-pilot pesawat ini dilatih terlebih dahulu di Moody Air Force Base di Georgia, AS. Saat ini pelatihan pilot dan teknisi masih berlanjut dan akan selesai hingga tahun depan.

Seperti diketahui, Amerika Serikat melalui USAF Special Operation Command memberikan bantuan kepada Afganistan, termasuk menyediakan sejumlah pesawat A-29 Super Tucano.

Pada September 2018 US DoD telah menambah pesanan 26 A-29 Super Tucano untuk AAF kepada Embraer/Sierra Nevada Corporation senilai 1,808 miliar dolar AS. Pengadaan pesawat dilaksanakan mulai Agustus 2019 hingga Desember 2024. Sebelumnya pada 2017, DoD juga telah memesan enam A-29.

Terkait pendidikan pilot, dalam enam bulan terakhir Pusat Pengembangan Pemeliharaan Pesawat AAF telah berhasil melatih lebih dari 50 pilot dan kopilot baru. Ini termasuk dua pilot wanita, satu pilot C-208 dan satu lainnya pilot AC-208, varian gunship.

Dikatakan, kemajuan yang dicapai AAF cukup signifikan di mana para pilot berhasil memilah target-target serangan dengan meminimalkan korban sipil.

Sebagai informasi tambahan, Super Tucano mampu membawa roke-roket kaliber 70 mm, rudal udara ke udara AIM-9L Sidewinder, rudal udara ke darat AGM-65 Maverick, serta bom-bom berpemandu.

Pesawat memiliki manuverabilitas yang tinggi sebagai pesawat serang ringan. Pesawat ini juga mampu dioperasikan di temperatur yang tinggi.

A-29 dengan bobot terbang maksimum 5.400 kg memiliki radius tempur 300 mil laut (556 km) dan menjangkau jarak sejauh 720 mil laut (1.333 km). Kecepatan terbang maksimum berada di angka 367 mph (590 km/jam).

US DoD menyebut pesawat ini sangat efektif digunakan untuk melawan kelompok-kelompok pemberontak di Afganistan.

Namun demikian, permasalahan muncul karena kesiapan pesawat-pesawat yang digunakan AAF saat ini sangat tergantung kepada dukungan kontraktor, termasuk untuk penyediaan suku cadang pesawat dan dukungan teknis lainnya.

Laporan memaparkan, 70% pemeliharaan pesawat A-29 Super Tucano dilakukan oleh kontraktor. Bila dukungan ini kurang, maka pesawat pun tidak akan optimal digunakan sebagaimana performa yang dimilikinya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *