Ada teknologi autopilot, apakah tugas pilot selesai?

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Seringkali kita sebagai orang awam bertanya, untuk apa seorang pilot digaji mahal sedangkan pesawat-pesawat yang digunakan pun saat ini sudah banyak yang menggunakan teknologi autopilot.

Apakah dengan begitu bisa dibilang pilot hanya makan “gaji buta”?

Perlu diketahui, teknologi autopilot diciptakan sebagai alat bantu untuk mengurangi beban kerja pilot. Tujuannya adalah agar menambah kewaspadaan seorang pilot saat menerbangkan pesawat tersebut.

Sekalipun autopilot aktif dan pilot tidak harus mengendalikan pesawat menggunakan tangan, namun pilot harus selalu memonitor kecepatan, ketinggian, arah pesawat, serta lalu lintas udara di sekitarnya.

Bisa kita ambil contoh, jika dalam satu momen kita mengerjakan banyak hal sekaligus pasti akan membuat fokus kita menjadi buyar alias tidak fokus. Itulah yang mendasari mengapa teknologi autopilot diciptakan. Yaitu sebagai alat bantu bagi pilot untuk mengurangi beban kerjanyanya (workload).

Secara teknis, autopilot adalah sistem kontrol penerbangan secara otomatis yang menjaga pesawat dalam penerbangan level atau di jalur udara tertentu.

Sistem ini bisa diarahkan oleh pilot atau digabungkan ke sinyal navigasi radio seperti VOR(VHF Omnidirectional Range), NDB (Non-Directional Beacon), atau GPS (Global Positioning System).

Sobat Airspace Review, seperti dikatakan di awal bahwa autopilot berfungsi mengurangi beban kerja dan beban mental pikiran seorang pilot. Dengan berkurangnya beban kerja dan beban mental pilot, maka otomatis akan menambah tingkat keselamatan penerbangan.

Pada dasarnya autopilot diciptakan untuk menjaga ketinggian pesawat (altitude) dan arah pesawat (heading). Sistem paling sederhana autopilot ialah menggunakan indikator sikap giroskopik (gyroscopic attitude indicators) dan kompas magnetik (magnetic compasses) untuk mengontrol servos yang terhubung ke sistem pengaturan penerbangan.

Sistem autopilot yang lebih canggih bisa mengatur kecepatan vertikal pesawat dan mengatur kecepatan pesawat (airspeed) yang ditunjukkan. Untuk sistem yang lebih advanced, autopilot digabungkan ke alat bantu navigasi melalui flight director.

Kapan pilot menggunakan autopilot?

Kokpit A321
Ercan Karakas/Wikimedia

Pada kenyataannya, pilot bisa kapan saja menggunakan autopilot ataupun tidak menggunakannya. Semua tergantung kebutuhan dan situasi. Biasanya autopilot diaktifkan setelah fase lepas landas dan tetap aktif sampai sesaat sebelum pesawat mendarat.

Lalu kapan autopilot tidak digunakan? Jawabannya adalah saat pesawat lepas landas atau saat pesawat melakukan pendaratan. Akan tetapi, ini pun tidak selamanya berlaku, karena kini pesawat sudah bisa melakukan pendaratan secara otomatis tanpa harus dikendalikan oleh pilot. Hal ini pun tergantung dari bandaranya dan pesawatnya. Sistem ini dinamakan CAT III Auto-Land. Sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada bandara yang memiliki sistem CAT III Auto-Land.

Semoga di masa yang akan datang bandara-bandara di negara kita segera memilikinya.

Rachmat Kartakusuma

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *