Pertama dalam sejarah, Rusia terjunkan pasukan dari ketinggian 33.000 kaki di Arktika

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pertama kali dalam sejarah dunia, Angkatan Bersenjata Rusia telah menerjunkan pasukannya dari ketinggian 10.000 meter (33.000 kaki) di wilayah Arktika (Kutub Utara) yang bersuhu sangat dingin.

Penerjunan dilaksanakan pada 26 April 2020, sekaligus untuk menguji perlengkapan terjun terbaru di wilayah bersalju.

Perlengkapan yang dikenakan para penerjun meliputi masker oksigen, alat navigasi, parasut, seragam kamuflase kutub, kantong tidur khusus, dan lainnya. Kantor berita TASS menyebut, terdapat 40 jenis perlengkapan terjun baru buatan Group 99, anak perusahaan Kalashnikov Concern ini.

penerjunan pasukan di Arktik
MoD/TASS

Para penerjun meloncat dari pesawat angkut Il-76 milik Angkatan Kedirgantaraan Rusia. Dari pesawat yang sama, diterjunkan pula perlengkapan pendukung pasukan menggunakan parasut yang lebih besar.

“Hari ini, untuk pertama kali dalam sejarah dunia, kita melaksanakan pendaratan satu grup personel dengan sistem parasut khusus untuk kondisi wilayah Arktik dari ketinggian 10.000 meter menggunakan peralatan oksigen, dilanjutkan dengan misi latihan tempur,” ujar Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal Yanus-Bek Yevkurov.

Pasukan-Rusia-di-Arktika
MoD/TASS

Yevkurov menandaskan, tidak seorang pun telah melaksanakan hal ini sebelumnya. Sebagai perbandingan, ujarnya, kebanyakan penerjunan dilakukan oleh orang sipil dari ketinggian 3.000 – 4000 meter (10.000 – 13.500 kaki).

Penerjunan dilaksanakan di atas Aleksandra Land, wilayah paling barat kepulauan Franz Josef Land. Di tempat bernama Nagurskoye (ICAO: UODN) ini Rusia telah membangun kompleks militer dengan landasan pesawat sepanjang 2.500 meter serta bangunan dan infrastruktur pendukung lainnya.

Pasukan Rusia di Arktik
MoD/TASS

Di Nagurskoye, Rusia juga menempatkan sejumlah kendaraan salju, truk angkut personel, helikopter, radar, dan sistem pertahanan udara S-300.

Di landasan yang dibangun, Rusia telah memastikan bahwa jet tempur MiG-31 dengan rudal terbaru Kinzhal bisa ditempatkan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *