Yunani berencana menyewa drone pengintai Heron dari Israel

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Yunani berencana menyewa sedikitnya dua drone pengintai Heron dari Israel. Hal ini untuk meningkatkan kapabilitas pengumpulan informasi semasa terjadi konflik ‘dingin’ dengan Turki.

Rencana ini, menurut media lokal Tanea.gr telah disepakati di masa lalu. Tidak disebutkan berapa jumlah drone “Bangau” yang akan disewa dan di mana saja pesawat-pesawat tanpa awak ini akan dikerahkan.

Sementara alasan mengapa Yunani menyewa drone dan bukan melakukan pembelian, karena untuk menekan biaya dan memastikan penggunaan yang lebih cepat.

Angkatan Bersenjata Yunani merasa perlu menyewa drone dari Israel karena Turki sendiri saat ini mengerahkan banyak drone pengintai dan drone tempurnya seperti Bayraktar dan Anka, keduanya buatan industri dalam negeri mereka.

Sementara itu, ke depan Angkatan Bersenjata Yunani juga sedang mempertimbangkan untuk membeli drone seperti MQ-9 Reaper (Predator-B) dan MQ-9B SkyGuardian buatan General Atomics, Amerika Serikat.

Kemampuan kedua drone tersebut telah didemonstrasikan di Pangkalan Udara Hellenic di Larissa.

Dalam beberapa pekan terakhir, Yunani menuduh Turki telah “menggiring” ribuan imigran ilegal ke perbatasan Yunani. Yunani mengatakan perlu menggunakan drone untuk mengawasi dan menghentikan mereka.

Selain itu, terjadi masalah lain antarkedua negara menyangkut yurisdiksi maritim dan hak pengeboran hidrokarbon di Laut Aegea.

IAI Heron (Machatz-1) merupakan drone jenis MALE (medium-altitude long-endurance) buatan Israel Aerospace Industries. Drone ini mampu terbang hingga ketinggian 35.000 kaki dengan durasi mencapai 52 jam.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *