USAF pastikan latihan Red Flag Alaska 20-1 dibatalkan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah memutuskan untuk membatalkan latihan tempur udara multiplatform Red Flag 20-1 Alaska yang rencananya akan dilaksanakan pada 20 April hingga 15 Mei 2020 di Eielson Air Force Base dan di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska.

Hal ini menyusul telah ditemukannya empat personel militer NATO yang positif terinfeksi COVID-19 dalam pelaksanaan Red Flag 20-2 di Nellis Air Force Base pada 6-20 Maret lalu.

Keempat personel yang terinveksi virus mematikan itu kini telah dikarantina dan menjalani proses perawatan di ruang isolasi.

Dinas Penerangan Publik Joint Base Pearl Harbor-Hickam mengatakan, keputusan pembatalan latihan Red Flag Alaska 20-1 karena pertimbangan yang komprehensif.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal dan berkoordinasi dengan negara peserta, Pacific Air Forces telah membatalkan pelaksanaan Red Flag Alaska 20-1 yang akan dilangsungkan pada 20 April hingga 15 Mei di Eielson Air Force Base dan di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska,” tulis Angkatan Udara Pasifik pada 18 Maret.

Untuk diketahui, pelaksanaan latihan Red Flag Alaska disponsori oleh Angkatan Udara Pasifik.

Latihan tempur udara USAF yang juga melibatkan negara-negara sahabat ini dilaksanakan secara rutin di Alaska 3-4 kali dalam setahun.

Sementara itu kegiatan operasi penerbangan Red Flag 20-2 telah dihentikan saat beberapa personel militer yang terlibat dalam latihan ini positif terkena COVID-19.

Typhoons at Red Flag
ItAF

Red Flag (Exercise Red Flag) merupakan latihan tempur udara multiplatfrorm yang dilaksanakan oleh USAF dengan NATO dan negara-negara sekutu dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Latihan yang telah digelar sejak 1975 ini dilaksanakan di Nellis AFB, Nevada dengan frekuensi latihan yang ditentukan oleh USAF setiap tahunnya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *