Gahar, Kemhan Rusia tunjukkan video misi pertama Su-35S Skadron Karelia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kementerian Pertahanan Rusia telah menunjukkan video misi penerbangan perdana skadron jet tempur Su-35S di Karelia, Distrik Militer Barat (ZVO) pada 29 Januari. Menurut saluran berita Zvezda, jet Su-35S tersebut mulai bergabung dengan ZVO pada akhir 2019 lalu.

Semula uji terbang keluarga Flanker teranyar di ZVO ini akan dilakukan pada awal Februari, namun akhirnya dimajukan seminggu lebih awal.

Diwartakan, Russian Aerospace Forces (RAF) akan mendapatkan tambahan 60 unit pesawat tempur multiperan generasi 4++ tersebut.

SU-35S (Stroyevoy=Combatant) adalah varian produksi dari Su-35BM (Bolshaya Modernizatsiya atau Modernisasi Besar) yang merupakan desain ulang dari Su-27M (Su-35) dengan modifikasi yang cukup signifikan.

Struktur badan pesawat ini diperkuat dan dihilangkannya sayap canard dan rem udara di bagian punggung. Kemudian, sirip vertikal dan boom ekor yang sedikit lebih pendek dibanding Su-27M.

Avionik Su-35S telah menggabungkan teknologi terkini untuk jet tempur generasi lima yang digunakan pada Su-57.

Sistem manajemen informasi dari perangkat avionik pesawat telah diubah dengan ditambahkannya dua komputer digital guna memproses informasi dari sistem kontrol penerbangan dan senjata.

Informasi tersebut kemudian ditampilkan pada dua layar kristal cair multifungsi ukuran 23 cm × 30 cm, menggantikan tampilan tabung sinar katoda multifungsi yang lebih kecil pada Su-27M.

Su-35S
Zvezda

Pilot Su-35S juga dapat melihat informasi penerbangan penting pada tampilan HUD (Head-Up Display). Untuk kendali penerbangan, pesawat juga telah dilengkapi teknologi HOTAS (Hands On Throttle And Stick).

Su-35S mengadopsi radar PESA (passive electronically scanned array) yang kuat yaitu N035 Irbis-E. Radar yang juga dikenal sebagai Snow Leopard inimerupakan pengembangan lebih lanjut dari radar N011M yang telah dievaluasi pada Su-27M dan merupakan inti dari sistem kontrol senjata Su-35S.

Radar Snow Leopard ini mampu mendeteksi target udara hingga jarak 400 km dan dapat melacak 30 target udara serta mengunci delapan sasaran secara bersamaan.

Su-35S dilengkapi sistem penargetan optoelektronik OLS-35 di depan kokpit untuk menyediakan bentuk pelacakan lainnya, termasuk pencarian dan lintasan infra merah.

Untuk pertahanan terhadap pelacakan musuh, Su-35S dilengkapi sistem penanggulangan elektronik L175M Khibiny-M.

Selain itu, bagian depan dan lubang masukan udara pesawat (air intake) telah menerapkan bahan penyerap radar yang berguna untuk  meminimalkan jangkauan deteksi radar musuh.

Dapur pacu Su-35S juga telah menggunakan mesin baru turbofan thrust-vectoring AL-41F1S yang membuatnya lincah (manuver super).

Mesin baru menyediakan kecepatan jelajah tinggi (supercruise) hingga 1.250 km/jam. Sementara kecepatan maksimu Su-35S mencapai 2.400 km/jam.

Ketinggian terbang maksimum Su-35S berada pada 18.000 m. Jangkauan operasinya sejauh 3.600 km atau dengan radius tempur sekitar 1.600 km.

Su-35S
Vitaly V. Kuzmin

Sebagai jet multiperan Su-35S dibekali beragam alat penghancur lawan baik untuk pertempuran udara ke udara maupun untuk misi serangan terhadap sasaran permukaan. Kanon internal GSh-301 kaliber 30 mm dengan 150 putaran melengkapi semua jet tempur Su-35S.

Lalu di bawah badan dan sayapnya tersedia 12 titik untuk menggantung beragam senjata. Mulai dari bom pintar, tabung roket, rudal udara ke sasaran darat, rudal antikapal, rudal antiradiasi, hingga rudal udara ke udara tentunya.

Dalam misi penerbangan perdana Skadron Karelia, tampak Su-35 sangat gahar dengan senjata-senjata yang menggantung di sayapnya.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

https://m.tvzvezda.ru/news/forces/content/2020129443-BM2ie.html/player/

3 Replies to “Gahar, Kemhan Rusia tunjukkan video misi pertama Su-35S Skadron Karelia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *