AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah sekian lama menutup rapat proyek pembom strategis terbarunya, secara perlahan China mulai menyibak tirai bambu penyelubung bomber berkode H-20 (Hong 20) ini.
Sebelumnya, foto model pesawat uji terowongan angin bomber H-20 ini muncul pada 25 Oktober 2019.
Seperti dilansir The War Zone, secara kasat mata penampilan bomber H-20 yang dikembangkan oleh pabrik Xi’an Aircraft Company/SAC (bagian dari AVIC Group) ini sangat menyerupai desain bomber Northrop Grumman B-2 Spirit buatan Amerika Serikat (AS).
H-20 juga mengadopsi sayap terbang (flying wing) dengan bentuk sayap kelelawar. Posisi masukan udara (air intake) juga berada di atas berada di sisi samping kokpit.
Sebagai dapur pacu ditengarai H-20 menggunakan empat turbofan non afterburner WS-10A.
Diperkirakan, bomber berkecepatan subsonik ini memiliki radius tempur antara 8.000-12.000 km. Pesawat mengusung muatan bom atau rudal jelajah baik berhulu ledak konvensional atau nuklir dengan kisaran berat 10-20 ton.

Dengan jangkauan dan muatannya, pembom H-20 digadang mampu menyasar pangkalan AS di Guam hingga Hawaii. H-20 juga dapat menusuk hingga ke pesisir utara daratan Australia.
Dengan hadirnya pembom H-20, China masuk ke dalam tiga negara pembuat pembom siluman.
Seperti diketahui, AS saat ini sedang menyiapkan pembom B-21 Raider pengganti B-2 Spirit sementara Tupolev dari Rusia sedang membangun PAK-DA.
Banyak analis menyebut, AS harus waspada dengan akan munculnya pembom strategis siluman China.

Belum diketahui pasti kapan H-20 akan menjalani uji terbang perdananya. Namun disebut-sebut, pesawat ditargetkan dapat berdinas di Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) pada 2025 mendatang.
Tampaknya memang betul, China berupaya menyingkap kemunculan H-20 secara perlahan sampai pesawat ini mengudara nantinya.
Rangga Baswara Sawiyya
editor: ron raider

