Setelah Satu Dekade, Airbus DS Singkap Selubung Drone Tempur LOUT

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah lebih dari satu dekade diselimuti kerahasiaan, tabir proyek LOUT (Low Observable UAV Testbed) akhirnya disingkap Airbus Defence & Space (Airbus DS). Drone berbentuk berlian ini diperkenalkan pada media internasional pada 4 November 2019 di Manching, Jerman.

Pengembangan drone siluman (stealth) ini konsepnya mulai diluncurkan pada 2007 dan kontrak pengembangan dilaksanakan pada 2010.

Sosok LOUT mulai berwujud pada 2014 dimana dalam pengembangannya Airbus DS juga melibatkan Lockheed Martin-Skunk Works dari Amerika Serikat (AS).

LOUT tampaknya dikembangkan sebagai drone tempur (UCAV) masa depan Eropa. Seperti diketahui, EADS (kini Airbus DS) yang dimotori Jerman dan Spanyol pernah mengembangkan proyek UCAV bernama Barracuda yang telah dihentikan pada 2013.

LOUT
Airbus DS

Terlihat unik dari tampilan drone berbentuk potongan berlian ini, yakni seolah dilengkapi kokpit. Memang tak dijelaskan apakah LOUT juga akan dikembangkan sebagai varian berawak nantinya.

LOUT tak dilengkapi sirip ekor maupun sirip tegak dengan bagian masukan angin mesin (intake) di bagian atas badannya. Desainnya mengingatkan pada pesawat serang siluman A-12 Avenger buatan McDonnell Douglas/General Dynamics dari AS.

Tak banyak informasi mengenai spesifikasi yang dikeluarkan oleh Airbus DS mengenai LOUT. Hanya disebutkan LOUT memiliki dimensi panjang 12 m dan rentang sayap 12 m. Drone dengan bobot terbang maksimum (MTOW) sekitar 4 ton ini dibekali dua mesin jet yang menghasilkan kecepatan subsonik.

LOUT
Airbus DS

Di bagian perutnya terlihat tempat penyimpanan senjata internal. Namun tak dijelaskan senjata apa saja yang bisa dibawa LOUT dan seberapa berat muatannya.

Dikutip dari AIN Online, Airbus DS tak bermaksud untuk menghasilkan wahana uji terbang (Flying Test Bed). Namun faktanya pada 5 Juli 2017 skala 1:4 drone bernama Sagitta dengan rentang sayap 3 meter berhasil terbang perdana.

LOUT-Sagitta
Airbus DS

Dapat diduga, Sagitta kemungkinan besar digunakan sebagai wahana uji terbang (FTB) untuk memvalidasi sifat terbang dari desain final LOUT.

Dengan fakta ini tampaknya selubung pengembangan LOUT memang belum tersingkap seluruhnya. Bila kelak berwujud, dipastikan LOUT akan berkompetisi dengan S-70 Hunter buatan Sukhoi, Rusia.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *