Arkeolog Temukan Bangkai Pesawat A6M Zero di Perairan Pulau Rouw Papua Barat

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Warisan alutsista bekas peninggalan Perang Dunia II kembali ditemukan. Sebanyak empat pesawat milik militer Jepang peninggalan Perang Pasifik ditemukan akhir September 2019 oleh para peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Seperti dikutip dari laman Tempo, keempat pesawat ditemukan di perairan Pulau Rouw, Kepulauan Auri, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. 

Disebutkan, pesawat berada pada kedalaman satu meter dan akan terlihat dengan jelas saat air laut dalam kondisi surut.

Kondisi pesawat yang ditemukan sudah dalam keadaan tak utuh lagi. Selain itu bangkai pesawat telah diselimuti oleh terumbu karang dan menjadi rumah ikan.

Namun demikian, para arkeolog masih dapat mengenali jenis pesawat yang terkubur di perairan Teluk Cendrawasih tersebut.

Bangkai burung besi yang ditemukan, terdiri dari tiga pesawat tempur A6M2 Zero dan sebuah pembom G4M2 Betty. Kedua jenis pesawat dibuat oleh pabrik Mitsubishi Heavy Industry.

Diperkirakan, pesawat-pesawat ini berhasil dirontokkan oleh pesawat tempur Amerika Serikat dalam pertempuran yang berlangsung pada 27 Mei hingga 20 Juni 1944.

A6M Zero
WWF Wasior

Dalam catatan sejarah, pesawat tempur A6M Zero dikenal sebagai pesawat yang lincah dan andal. Pesawat ini disegani para lawan terutama saat pertempuran udara jarak dekat.

Kehadiran Zero dibuat atas pesanan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang untuk menggantikan pesawat tempur garis depan A5M yang juga dibuat oleh Mitsubishi.

Pesawat A6M Zero mulai menjalani penerbangan perdana pada 1 April 1939 dan resmi masuk dinas tanggal 1 Juli 1940.

Pesawat berawak tunggal ini memiliki panjang badan 9, 06 m, rentang sayap 12 m, dan tinggi 3,05 m.

A6M Zero
WWF Wasior

A6M Zero ditenagai sebuah mesin piston radial Nakajima NK1C Sakae-12 14 silinder berdaya 950 hp.

Pesawat memiliki kecepatan terbang maksimum 533 km/jam dan ketinggian terbang maksimum  10.000 m. Radius tempurnya pada kisaran 1.870 km atau terbang feri sejauh 3.102 km.

Karier A6M Zero sendiri berakhir bersamaan dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu tahun 1945. Total sebanyak 10.939 unit Zero berhasil diproduksi dari tahun 1940 hingga 1945.

A6M Zero
Rangga B. Sawiyya

Penemuan bangkai A6M Zero di Tanah Air bukanlah untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada 1980-an, juga telah ditemukan beberapa pesawat tempur peninggalan militer Jepang di daratan Papua Barat.

Salah satunya adalah A6M2 Zero dalam kondisi utuh. Selanjutnya pesawat dibawa ke Jawa untuk direstorasi.

Pesawat tersebut menjadi koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta sejak 1984.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *