Kabar Baik, Boeing Akan Cairkan Dana Santunan Korban Kecelakaan 737 MAX 8

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Boeing menyatakan akan segera mencairkan dana santunan korban kecelakaan pesawat 737 MAX 8. Dana 50 juta dolar AS akan dikucurkan pabrik pesawat terbesar Amerika Serikat ini untuk santunan kepada para ahli waris atas musibah jatuhnya dua 737 MAX 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Seperti diketahui, sebanyak 346 orang meninggal dunia akibat dua kecelakaan 737 MAX 8 pada Oktober 2018 dan Maret 2019 itu.

Boeing menyebut, setiap korban akan mendapatkan santunan 144.500 dolar AS (sekira Rp2 miliar). Dana santunan akan diberikan terakhir pada 31 Desember 2019.

Meski demikian, masih ada keluarga korban yang menolak dana tersebut karena menganggap Boeing belum memberikan jawaban yang memuaskan.

BACA  Kemhan Rusia kerahkan 9 Il-76 untuk kirim 100 dokter ahli virus ke Italia

“$144,000 doesn’t come close to compensating any of our families or any of the families,” kata Nomaan Husain, pengacara di Texas yang mewakili 15 keluarga.

This is not something that is going to satisfy the families. The families really want answers,” lanjutnya sebagaimana diwartakan BBC (24/9/2019).

Juli lalu, Boeing telah berjanji akan meberikan dana bantuan senilai 100 juta dolar AS untuk keluarga yang dan komunitas yang terdampak kecelakaan 737 MAX 8.

737-MAX-8-Ethiopian
Boeing

Boeing menjelaskan, setengah dari dana itu akan digunakan untuk penyaluran langsung kepada keluarga. Sementara setengah lainnya akan digunakan sebagai dana bantuan pendidikan dan pembangunan wilayah yang terdampak kecelakaan.

BACA  TNI AU Dukung PTDI Ciptakan Pesawat Tempur IF-X

Sementara itu Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (23/9) memberitakan, kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 di Indonesia pada Oktober 2018 disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antara yang dominan adalah kesalahan desain dan kesalahan regulator Amerika Serikat yang mengesahkan pesawat ini.

WSJ memberitakan hal itu berdasar hasil investigasi para investigator kecelakaan pesawat Indonesia.

Menanggapi pemberitaan ini, juru bicara Boeing tidak mau mengomentari. Ia hanya mengatakan bahwa Boeing terus menawarkan dukungan kepada pihak investigator untuk menyelesaikan laporan investigasi mereka.

Senada dengan Boeing, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono tidak mau memberikan komentarnya saat dikonfirmasi Reuters. Ia mengatakan, hasil investigasi final baru akan disampaikan kepada publik pada awal November 2019. (Al Jazeera, 24/9)

BACA  Terbang 15 Jam dari Perancis, Pesawat Pertama A330neo Lion Air Tiba di Indonesia

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *