Alami Kerugian, Etihad Batalkan Pesanan 42 A350 XWB dan Kandangkan 5 A350-1000

AIRSPACE REVIEW – Bisnis penerbangan yang tampak glamor dan menggiurkan, tak selalu manis dijalani. Pasang surut pendapatan dirasakan maskapai. Bila salah urus, bisa jadi utang membengkak dan kerugian pun menimpa perusahaan.

Maskapai kawasan Teluk, Etihad Airways (IATA: EY), tengah merasakan pahitnya kerugian yang dirasakan. Hal ini pun berdampak pada pembatalan sejumlah pesawat yang sebelumnya telah dipesan.

Baru-baru ini portal Simple Flying mengungkap, Etihad batal mengoperasikan lima jet badan lebar A350-1000 miliknya.

Alih-alih digunakan, pesawat ini malah disimpan ke sebuah tempat penyimpanan pesawat di Bordeaux, Perancis usai pengirimannya. Demikian juga pesawat kedua dan ketiga menyusul pada Juli dan Agustus lalu.

Sementara dua pesawat tersisa lainya yang akan dikirimkan tahun ini, kemungkinan besar juga akan disimpan sementara di tempat yang sama.

Kepada Business Traveler Etihad menyatakan, A350-1000 disimpan sebagai bagian dari rencana transformasi bisnis operator yang berkelanjutan.

Maret lalu, Etihad telah membatalkan pesanan kepada Airbus sebanyak 42 A350 XWB.

A350_etihad_bordeaux
Aviation Toulouse

Hal ini terjadi karena kerugian yang dialami Etihad sebesar 1,3 miliar dolar AS pada 2018 dan 1,52 miliar dolar AS di tahun sebelumnya.

Etihad mengatakan, saat ini perusahaan tengah berjuang keras untuk mengembalikan kesehatan keuangan sebagai bagian dari program transformasi lima tahun ke depan.

Sebelumnya pada awal tahun ini, maskapai biaya rendah Jet Airways asal India di mana Etihad memiliki saham 24 persen di dalamnya juga mengalami kebangkrutan.

Bukan kali itu saja, di tahun 2017 kebangkrutan juga menimpa Air Berlin di mana Etihad memiliki saham 29 persen di dalamnya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *