Gunakan A350-900, SIA Perluas Layanan Penerbangan Non-stop ke Amerika Serikat

AIRSPACE-REVIEW.com – Singapore Airlines (SIA) terus memperluas ekspansi layanan penerbangan non-stop menuju Amerika Serikat (AS). Pada Selasa, 3 September, penerbangan perdana SQ28 dari Bandara Internasional Changi dilaksanakan menuju Bandara Seattle-Tacoma, AS.

Dengan menggunakan pesawat Airbus A350-900 penerbangan dilaksanakan pada pukul 9.27 waktu Singapura (SIN) dan tiba di Seattle pada pukul 9.05 waktu Pasifik di hari yang sama.

Kota Seatle merupakan destinasi keempat SIA di Amerika Serikat yang dilayani dengan penerbangan non-stop dari Singapura setelah Los Angeles, New York (Bandara Internasional Liberty Newark), dan San Francisco.

Singapore Airlines dalam rilis berita yang dilayangkan kepada Airspace Review hari ini menyatakan, penerbangan menuju Seattle dilayani tiga kali seminggu dan akan meningkat menjadi empat kali seminggu pada Oktober 2019.

BACA  Ceko Pesan 62 Ranpur Multiperan TITUS buatan Perancis

Peningkatan frekuensi penerbangan ini akan menjadikan jumlah total layanan penerbangan non-stop SIA dari Singapura ke AS menjadi 31 penerbangan per minggu.

Apabila digabungkan dengan penerbangan non-stop, maka frekuensi penerbangan layanan SIA ke Amerika Serikat dari Singapura ini akan meningkat menjadi 57 penerbangan per minggu.

Sam Chui

Layanan terbaru penerbangan ke Seattle makin memperkuat Singapura sebagai hub dunia yang menyediakan penerbangan lebih cepat dan nyaman bagi para pelanggan dari pasar-pasar utama seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, serta Australasia menuju wilayah Amerika Utara.

SIA menggunakan A350-900 yang dilengkapi 42 kursi Kelas Bisnis, 24 kursi  Kelas Ekonomi Premium, dan 187 kursi kelas Ekonomi.

Dengan teknologi yang canggih dan efisiensi operasi yang unggul, lanjut SIA, A350-900 menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih baik kepada para pelanggan.

BACA  Kru pesawat antikapal selam Rusia Tu-142 latihan patroli 12 jam

A350-900 Pesawat menyediakan beragam fitur seperti langit-langit yang lebih tinggi, jendela yang lebih besar, pesawat berbadan ekstra lebar, dan kabin yang dirancang untuk mengurangi jetlag.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *