Terkait Nasib Su-35 untuk Indonesia, Rusia Akui Ada Tekanan dari Amerika Serikat

AIRSPACE-REVIEW.com – Rusia mengakui adanya tekanan dari pihak Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara yang hendak membeli peralatan militer dari Rusia.

Hal ini juga terjadi pada Indonesia dalam proses pengadaan 11 jet tempur Su-35 oleh pemerintah Republik Indonesia untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Walaupun demikian, Rusia menyatakan bahwa kontrak pembelian Su-35 untuk Indonesia masih berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Dinas Federal untuk Kerja Sama Teknis dan Militer Rusia, Shugaev Dmitriy, menjawab pertanyaan dari wartawan Indonesia dalam sesi khusus wawancara media dari sejumlah negara dengan dirinya.

Wawancara dilaksanakan di sela pameran kedirgantaraan MAKS-2019 di Bandara Internasional Zukovsky, Wilayah Moskow, Rusia.

“Kontrak pembelian Su-35 untuk Indonesia masih berlaku. Kami sedang bekerja bersama untuk merumuskan hal itu. Kami sedang membahas beberapa rincian kecil yang tercantum di dalam kontrak,” ujar Dmitriy, Rabu (28/8).

Ditambahkan, pihaknya berharap akan ada perkembangan dalam waktu dekat sehingga kontrak tersebut bisa terwujud. “Itu yang bisa saya katakan,” tekannya.

Roni Sontani/AR Roni Sontani

Dmitriy memaparkan, terkait dengan adanya sanksi dari AS, hal ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan banyak wartawan di seluruh dunia terhadap apa yang terjadi hari ini dari sisi kebijakan Amerika Serikat.

“Maksud saya, terkait dari sisi mereka dan sebagainya. Jelas sekali bahwa ini merupakan kompetisi yang tidak adil,” papar Dmitriy.

AS, ujarnya, ingin menyingkirkan Rusia dari pasar persenjataan dunia dan menciptakan keadaan di mana Rusia tidak dapat menanggung maupun meraih pasar-pasar yang baru.

“Tekanan kepada mitra-mitra (pelanggan) kami dari negara manapun, terjadi dengan cara yang tidak terhormat. Tekanan terjadi setiap hari dan ini bukan rahasia lagi,” bebernya.

Tapi anehnya, kata dia, ada beberapan negara yang AS prioritaskan dalam kancah pertahanan internasional. Negara-negara ini mendapat pengecualian dari sanksi AS.

Penjualan S-400 dari Rusia kepada Turki, kata Dmitriy, merupakan contoh yang paling bagus. Demikian juga dengan pengadaan S-400 kepada India yang tetap berjalan sesuai kontrak. Lalu penjualan Su-35 kepada China serta pendirian pabrik Kalashnikov di India.

“Jadi, kerja sama teknis dan militer dengan negara-negara mitra tetap berjalan walau ada sanksi yang diterapkan dari Amerika Serikat,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia melanjutkan, Rusia tetap ada bersama mereka dan tidak akan meninggalkan negara-negara mitranya ini.

Su-35S
RIA Novosti

“Kami tetap berjalan sekaligus menjamin posisi kami dan tidak akan mengurangi volume penjualan kami. Dan, portofolio kami malah tidak berkurang karena terus bermunculan komitmen dari kedua pihak.”

Dmitriy menekankan, hal ini lebih penting daripada yang ia sebut sebagai tren tahunan. Ia pun memastikan, Rusia akan tetap hadir memenuhi komitmennya.

“Rusia tetap hadir dan memenuhi komitmen sesuai dengan perjanjian internasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seperti diberitakan banyak media sebelumnya, Indonesia telah menandatangani pengadaan 11 unit Su-35 dari Rusia senilai 1,14 triliun rupiah.

Roni Sontani, dari Moskow, Rusia

2 Replies to “Terkait Nasib Su-35 untuk Indonesia, Rusia Akui Ada Tekanan dari Amerika Serikat”

  1. Itu semua karena Australia ada dibelakang Amerika… Kita tahu 100 f 35 yg dibeli itu tidak akan ada artinya dengan 11 su35 Indonesia…
    Kita tahu su 35 hanya bisa ditandingi saat ini dengan F22 raptor yang tidak dijual kemanapun.. Seperti yang sering terjadi di sekitar alaska, su 35 rusia diusir oleh F22 USA…
    Maka kita tunggu saja cerita panjang SU 35 Indobesia ini..
    Bagaimana keberanian pemerintah Joko Widodo jilid 2 nanti dan beranikah sang paman Sam memberi sangsi ke Indonesia…,?
    Indonesia bagai wanita cantik ditengah 3 lelaki kuat, Rusia, China, Usa…
    Dan yang baru dan ingin berteman dengan Indonesia Turki…
    Kita tunggu saja hasinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *