Berhasil Mendarat, Kaca A380 China Southern Airlines Retak-retak Akibat Hujan Es

AIRSPACE REVIEW – Kaca bagian kokpit (windscreen/windshield) pesawat A380 milik China Southern Airlines mengalami keretakan yang cukup parah akibat terkena hantaman hujan es saat dalam penerbangannya, Minggu (26/5). Pesawat yang terbang dari Guangzhou Baiyun International Airport dengan nomor penerbangan CZ3101 itu mulai mengalami keretakan kaca di ketinggian 37.100 kaki (FL371) saat menuju Beijing Capital International Airport.

Sesuai prosedur, captain pilot He Xianghang kemudian menyampaikan panggilan mayday kepada menara pengendali di Beijing atas apa yang terjadi dan meminta prioritas pendaratan.

Tidak hanya kaca bagian depan kokpit, kaca bagian samping pun mengalami hal yang sama. Selain itu, bagian hidung pesawat mengalami kerusakan serta catnya mengelepas terkena tumbukan gumpalan-gumpalan es.

Untuk diketahui, kaca kokpit A380 terdiri dari tiga lapisan kaca yang tebal dan hanya lapisan terluar saja yang mengalami keretakan dalam peristiwa ini.

Asia Wire

Dari data diketahui, A380 milik China Southern Airlines dengan registrasi B-6140 ini merupakan A380 produksi ke-120 yang dibuat Airbus. Pesawat berusia 6,7 tahun.

AV Herald melaporkan, pilot menurunkan ketinggian pesawat dari 37.100 kaki (FL371) ke 16.700 kaki (FL167) dengan cepat sesaat setelah terkena serangan hujan es. Dalam percakapan melalui transmisi radio yang dirilis secara online, Captain He menyatakan kepada Menara Pengendali Beijing bahwa ia tidak bisa melihat situasi di luar sebelum berhasil menurunkan ketinggian pesawatnya.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat 1,5 jam setelah kejadian. Hanya pesawatnya saja yang harus menjalani perbaikan untuk mengembalikan kondisinya agar layak diterbangkan lagi.

via Daily Mail

Atas kondisi cuaca buruk diiringi hujan es dan badai kilat yang melanda wilayah China, Menara Kendali Beijing membatalkan 111 dari 436 jadwal penerbangan yang seharusnya dilaksanakan di hari itu.

Selain pesawat, moda kereta api pun dalam kesempatan yang sama mendapat perintah untuk mengurangi laju kecepatan laju dari otoritas terkait.

Istimewa

Peristiwa retaknya kaca pesawat yang dialami China Southern, mengingatkan kejadian serupa yang dialami maskapai terbesar di Asia dalam jumlah armada ini pada Juli 2016 lalu. Dalam peristiwa itu pilot sama sekali tidak dapat melihat kondisi di luar secara visual dan harus menerbangkan pesawat secara instrumen.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *